• Latest
  • Trending
Menetaskan Kader NU Di Maluku Tenggara

Menetaskan Kader NU Di Maluku Tenggara

16 Juli 2026
Walikota Lepas Parade Kabaya Nona Ambon

Walikota Lepas Parade Kabaya Nona Ambon

25 Juli 2026
Dinkes Ambon Klarifikasi Temuan BPK, Perizinan SPPG hingga Pengadaan PLTS Puskesmas

Dinkes Ambon Klarifikasi Temuan BPK, Perizinan SPPG hingga Pengadaan PLTS Puskesmas

24 Juli 2026
Sambut HUT ke-451, Pemkot Ambon Gelar Kerja Bakti dan Penanaman Gadihu di Area Publik

Sambut HUT ke-451, Pemkot Ambon Gelar Kerja Bakti dan Penanaman Gadihu di Area Publik

23 Juli 2026
Pemkot Ambon Batasi Penggunaan Ponsel di Sekolah, Siswa Diminta Lebih Fokus Belajar

Pemkot Ambon Batasi Penggunaan Ponsel di Sekolah, Siswa Diminta Lebih Fokus Belajar

23 Juli 2026
Ely Toisutta Hadiri Bimtek ASWAKADA, Perkuat Sinergi Pemerintah Daerah dan Pembangunan Nasional

Ely Toisutta Hadiri Bimtek ASWAKADA, Perkuat Sinergi Pemerintah Daerah dan Pembangunan Nasional

23 Juli 2026
Kota Ambon Raih Peringkat I MATRA 2026, Bodewin: Dana Desa Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Kota Ambon Raih Peringkat I MATRA 2026, Bodewin: Dana Desa Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

23 Juli 2026
Robert Sapulette Resmi Jadi Sekda, Bodewin Instruksikan Pangkas Birokrasi Panjang di Pemkot Ambon

Robert Sapulette Resmi Jadi Sekda, Bodewin Instruksikan Pangkas Birokrasi Panjang di Pemkot Ambon

21 Juli 2026
Buka Lomba Bertutur 2026, Ely Toisutta Dorong Sekolah di Ambon Wajibkan Siswa Membaca Satu Buku Setiap Pekan

Buka Lomba Bertutur 2026, Ely Toisutta Dorong Sekolah di Ambon Wajibkan Siswa Membaca Satu Buku Setiap Pekan

20 Juli 2026
Minggu Berbagi di Batu Meja, Ely Toisutta Sapa Tukang Ojek dan Pedagang Ikan Asar dengan Sentuhan Kepedulian

Minggu Berbagi di Batu Meja, Ely Toisutta Sapa Tukang Ojek dan Pedagang Ikan Asar dengan Sentuhan Kepedulian

19 Juli 2026
Ketua PWNU Maluku Resmi Tutup PDPKNU dan Konfercab PCNU Maluku Tenggara

Ketua PWNU Maluku Resmi Tutup PDPKNU dan Konfercab PCNU Maluku Tenggara

23 Juli 2026
Sepakbola, Kepopuleran dan Cedera Yang Menghantui

Sepakbola, Kepopuleran dan Cedera Yang Menghantui

18 Juli 2026
RANS Carnival 2026 Gerakkan UMKM, Wali Kota Ambon: Promosi Luar Biasa bagi Produk Lokal

RANS Carnival 2026 Gerakkan UMKM, Wali Kota Ambon: Promosi Luar Biasa bagi Produk Lokal

18 Juli 2026
Minggu, Juli 26, 2026
tanase.id
Advertisement
  • Amboina
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Opini
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Beta
  • Amboina
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Opini
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Beta
No Result
View All Result
tanase.id
Home Opini

Menetaskan Kader NU Di Maluku Tenggara

asa by asa
16 Juli 2026
in Opini
0
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp
ADVERTISEMENT

Oleh: Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I.
Ketua Tanfidziyah PWNU Provinsi Maluku

Organisasi besar tidak hanya dibangun melalui kelengkapan struktur, banyaknya anggota, atau kemeriahan kegiatan seremonial. Kebesaran sebuah organisasi justru ditentukan oleh kemampuannya melahirkan kader berkualitas, menjaga regenerasi kepemimpinan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan itulah yang terasa kuat dalam pelaksanaan Pendidikan Dasar–Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PDPKNU) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2026, Kamis, 16 Juli 2026.

Dua agenda tersebut bukan sekadar kegiatan yang dilaksanakan pada waktu dan tempat yang sama. Keduanya merupakan satu kesatuan penting dalam menentukan masa depan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Maluku Tenggara.

PDPKNU berbicara mengenai penyiapan manusia, sedangkan Konfercab berbicara tentang arah organisasi dan regenerasi kepemimpinan. Jika kaderisasi berjalan tanpa kepemimpinan yang baik, kader-kader potensial dapat kehilangan ruang pengabdian. Sebaliknya, pergantian kepemimpinan tanpa kaderisasi hanya akan menghasilkan struktur yang miskin gagasan dan lemah dalam gerakan.

Karena itu, kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan harus berjalan beriringan.

NU Membutuhkan Kader, Bukan Sekadar Anggota

Menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama seharusnya tidak berhenti pada kepemilikan kartu anggota, pencantuman nama dalam kepengurusan, atau kehadiran dalam kegiatan-kegiatan organisasi.

NU membutuhkan kader yang memahami alasan dirinya berada di dalam organisasi. Kader harus mengetahui nilai yang diperjuangkan, masyarakat yang dilayani, serta tanggung jawab yang harus ditunaikan.

PDPKNU merupakan pintu awal untuk membangun kesadaran tersebut. Melalui pendidikan kader, peserta diharapkan memiliki pemahaman keagamaan yang moderat, berakhlak mulia, dan berkomitmen menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Namun, pengetahuan saja belum cukup. Kader NU juga harus mempunyai kapasitas kepemimpinan, kepekaan sosial, dan keberanian untuk turun langsung menghadapi persoalan masyarakat.

Kader NU harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pendampingan. Mereka harus mampu menjadi penyejuk ketika muncul ketegangan, menjadi penghubung saat terjadi perbedaan, serta menjadi penggerak ketika lingkungan sosial mengalami kemunduran.

Dengan demikian, kaderisasi bukan hanya proses pemindahan pengetahuan dari instruktur kepada peserta. Kaderisasi adalah proses membentuk karakter, kesetiaan, tanggung jawab, dan kesiapan untuk mengabdi.

Karena itu, pesan yang perlu ditanamkan kepada setiap peserta PDPKNU sangat jelas: jadilah kader yang siap mengabdi, bukan sekadar menjadi anggota organisasi.

Konfercab Bukan Arena Perebutan Jabatan

Konfercab merupakan forum permusyawaratan tertinggi NU di tingkat cabang. Di dalamnya terdapat agenda evaluasi kepengurusan, konsolidasi organisasi, penyusunan program kerja, serta pemilihan kepemimpinan baru.

Sayangnya, forum organisasi terkadang lebih ramai membicarakan siapa yang akan terpilih dibandingkan gagasan apa yang akan dijalankan setelah pemilihan selesai.

Jika Konfercab hanya dipahami sebagai arena perebutan jabatan, organisasi akan kehilangan tujuan utamanya. Jabatan dalam NU bukan hadiah, apalagi ruang untuk mengejar kepentingan pribadi. Jabatan adalah amanah dan sarana memperluas pengabdian.

Siapa pun yang terpilih memimpin PCNU Kabupaten Maluku Tenggara harus mampu membangun kepengurusan yang solid, menghidupkan organisasi hingga tingkat ranting, memperkuat lembaga dan badan otonom, serta menghadirkan program yang menjawab kebutuhan umat.

Perbedaan pilihan dalam Konfercab merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan itu tidak boleh berubah menjadi perpecahan yang merusak persaudaraan.

Pilihan boleh berbeda, tetapi persatuan organisasi harus tetap menjadi prioritas utama. Ketika musyawarah telah menghasilkan keputusan, seluruh kader memiliki tanggung jawab moral untuk menghormati dan mendukungnya.

Pemimpin yang terpilih bukan hanya milik kelompok pendukungnya. Ia menjadi pemimpin seluruh warga NU di Kabupaten Maluku Tenggara.

NU dan Tanggung Jawab Menjaga Maluku

Maluku merupakan rumah bersama yang dibangun di atas keberagaman agama, budaya, suku, dan tradisi. Kemajemukan tersebut adalah kekuatan, tetapi tetap harus dirawat dengan kesadaran dan tanggung jawab bersama.

Dalam konteks itu, NU memiliki peran yang sangat penting. NU harus terus memperkuat ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama umat Islam, ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan kebangsaan, serta ukhuwah basyariyah atau persaudaraan kemanusiaan.

Ketiga nilai tersebut tidak boleh berhenti menjadi istilah yang disampaikan dalam forum resmi. Nilai itu harus terlihat dalam sikap dan gerakan kader NU di tengah masyarakat.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, masyarakat semakin mudah menerima berbagai informasi, tetapi juga semakin rentan terhadap hoaks, ujaran kebencian, provokasi, dan politik identitas. Jika tidak disikapi secara bijaksana, ruang digital dapat memperlebar perbedaan dan merusak persaudaraan.

Di sinilah kader NU dituntut hadir sebagai pembawa keteduhan. Mereka harus mampu mengisi ruang digital dengan pesan keagamaan yang moderat, mencerahkan, dan mempersatukan.

NU juga perlu menjadi mitra strategis pemerintah tanpa kehilangan sikap kritisnya. Kemitraan itu harus diarahkan untuk membangun kehidupan masyarakat yang damai, adil, sejahtera, dan bermartabat.

Bermitra bukan berarti selalu membenarkan kebijakan pemerintah. NU harus tetap menyampaikan kritik ketika terdapat kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat. Namun, kritik tersebut disampaikan secara konstruktif, bermartabat, dan disertai solusi.

Momentum Menentukan Arah Baru

PDPKNU dan Konfercab PCNU Kabupaten Maluku Tenggara harus menjadi momentum lahirnya energi baru. Kegiatan ini tidak boleh berakhir ketika acara ditutup, peserta pulang, dan kepengurusan baru diumumkan.

Keberhasilannya justru diuji setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Apakah peserta PDPKNU benar-benar turun menggerakkan organisasi? Apakah kepengurusan baru mampu merangkul seluruh kader? Apakah program kerja yang disusun menyentuh kebutuhan masyarakat? Apakah NU semakin terasa kehadirannya hingga desa, ohoi, dan ranting?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus menjadi bahan refleksi bersama.

NU Maluku Tenggara tidak kekurangan orang-orang potensial. Yang diperlukan adalah ruang pengabdian, kepemimpinan yang terbuka, konsolidasi yang kuat, serta keberanian melakukan pembaruan tanpa meninggalkan tradisi dan nilai-nilai dasar organisasi.

Pada akhirnya, masa depan NU tidak ditentukan oleh seberapa meriah Konfercab dilaksanakan, tetapi oleh seberapa kuat kader-kadernya bergerak setelah forum itu berakhir.

PDPKNU harus melahirkan kader penggerak yang tangguh dan berintegritas. Sementara Konfercab harus menghasilkan kepengurusan yang amanah, solid, visioner, serta mampu menjawab tantangan zaman.

Sebab, NU tidak hanya membutuhkan nama-nama di dalam struktur. NU membutuhkan manusia-manusia yang bersedia bekerja, bergerak, dan mengabdi dengan tulus untuk agama, masyarakat, bangsa, dan negara.(***)

Share187Send

Berita Terkait

Sepakbola, Kepopuleran dan Cedera Yang Menghantui
Opini

Sepakbola, Kepopuleran dan Cedera Yang Menghantui

18 Juli 2026
Optimisme Membersamai Program MBG di Maluku : Peluang dan Tantangannya
Opini

Optimisme Membersamai Program MBG di Maluku : Peluang dan Tantangannya

3 Juli 2026
Pesan “Hijrah” Dari Tulehu, dan Jalan Merawat Maluku
Opini

Pesan “Hijrah” Dari Tulehu, dan Jalan Merawat Maluku

16 Juni 2026
Mengulas pembangunan “Hatukau Water Front City”
Opini

Mengulas pembangunan “Hatukau Water Front City”

10 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

Mengulas pembangunan “Hatukau Water Front City”

Mengulas pembangunan “Hatukau Water Front City”

10 Juni 2026
Sekjen Kemendagri Minta 174 Pemda Segera Sempurnakan Data Calon Penerima BSPS

Sekjen Kemendagri Minta 174 Pemda Segera Sempurnakan Data Calon Penerima BSPS

4 Juli 2026
Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    
tanase.id

tanase.id | © 2026

Terdepan & Terpercaya | Mengabarkan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Advertise
  • Kontak

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Amboina
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Opini
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Beta

tanase.id | © 2026