AMBON, TANASE.ID – Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Ambon memasuki babak baru. Abas Rumadan resmi dipercaya menakhodai PTMSI Kota Ambon masa bakti 2026–2030, dengan membawa misi memperluas pembinaan atlet sekaligus menjadikan olahraga tenis meja sebagai ruang positif bagi generasi muda.
Surat Keputusan (SK) kepengurusan PTMSI Kota Ambon diserahkan langsung Ketua PTMSI Provinsi Maluku, Hong Arta John Alfred, di Gedung Olahraga Honda Pingpong Centre Ambon, Rabu, 9 September 2026.

Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya penguatan pembinaan tenis meja di Kota Ambon melalui sejumlah program yang disiapkan PTMSI Maluku, di antaranya Pingpong Go to School dan Pingpong Masuk Kampung.
John Alfred mengatakan, pembentukan kepengurusan PTMSI Kota Ambon merupakan bagian dari langkah konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat pembinaan olahraga tenis meja di Maluku.Menurutnya, tenis meja tidak hanya diarahkan untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga menjadi aktivitas yang mampu menjangkau sekolah hingga lingkungan masyarakat.
“Tujuannya meningkatkan olahraga pingpong di Maluku. Kita punya dua program yang ke depannya akan berjalan, yakni Pingpong Go to School dan Pingpong Masuk Kampung,” kata Alfred.
Program Pingpong Go to School, lanjut Alfred, dirancang untuk mendekatkan olahraga tenis meja kepada para pelajar sekaligus membuka ruang pencarian bibit-bibit atlet sejak usia sekolah.Ia berharap para siswa semakin banyak mengisi waktu dengan kegiatan yang produktif dan sehat melalui olahraga.
“Kita mau siswa yang berprestasi dalam olahraga jangan hanya main HP. Para guru juga bisa sambil berolahraga,” ujarnya
.Menurut Alfred, sekolah merupakan salah satu pintu penting dalam membangun budaya olahraga sekaligus membentuk karakter dan kebiasaan positif di kalangan generasi muda.Sementara melalui program Pingpong Masuk Kampung, PTMSI ingin membawa tenis meja lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Program tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang interaksi sosial yang lebih sehat bagi warga, baik anak muda maupun orang tua.
“Pingpong masuk kampung agar orang tua bisa berkumpul dan berolahraga. Kebiasaan duduk berkumpul lalu minum-minum kita ganti dengan olahraga,” katanya.
Alfred berharap program-program tersebut dapat memperoleh dukungan pemerintah kabupaten dan kota di Maluku sehingga pelaksanaannya dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.
Kepada jajaran pengurus PTMSI Kota Ambon yang baru, ia meminta agar kepengurusan tidak sekadar berjalan secara organisasi, tetapi benar-benar memiliki kepedulian terhadap pembinaan atlet dan perkembangan tenis meja.
“Kepada kepengurusan Kota Ambon yang baru dibentuk ini, saya berharap ketua dan seluruh pengurus bisa mencintai olahraga pingpong dengan segenap hati, sehingga mampu membina generasi muda yang ada di Kota Ambon,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PTMSI Kota Ambon, Abas Rumadan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut hingga 2030.
Bagi Abas, amanah tersebut menjadi titik awal untuk membangun kembali gairah tenis meja di Kota Ambon melalui kerja bersama dan sinergi dengan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, puji Tuhan, pada malam ini saya diberikan kesempatan untuk memimpin PTMSI di Kota Ambon yang dipercayakan oleh Ketua, Pak Alfred. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal agar pingpong di Kota Ambon bisa lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Abas.
Ia menegaskan, PTMSI Kota Ambon terbuka membangun kolaborasi dengan pemerintah, sekolah, komunitas hingga masyarakat untuk memperluas pembinaan tenis meja.
“Mudah-mudahan kita bisa bersinergi untuk memajukan pingpong di Kota Ambon,” katanya.Menurut Abas,
tenis meja merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki peluang besar untuk berkembang karena dapat dimainkan lintas usia.“Kalau mau dilihat, pingpong ini sebetulnya bisa diminati oleh semua kalangan, dari anak-anak, remaja sampai orang tua pun bisa main pingpong,” ujarnya.
Sebagai langkah awal merealisasikan program Pingpong Go to School, PTMSI Kota Ambon telah menyiapkan dua sekolah, yakni SMP Negeri 2 Ambon dan SMP Negeri 7 Ambon.
“Untuk Pingpong Go to School, mungkin nanti kita siapkan SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 7 yang akan kita masuk pertama. Kepala Sekolah SMP Negeri 2 juga sudah siap,” jelasnya.

Abas menilai pembinaan olahraga di lingkungan sekolah menjadi penting di tengah tantangan generasi muda saat ini.Melalui olahraga, kata dia, anak-anak dan remaja dapat diarahkan pada kegiatan produktif sekaligus memiliki ruang untuk mengembangkan bakat dan prestasi.
“Demikian, mari kita sama-sama bertekad untuk memajukan pingpong di Maluku. Tujuan utamanya adalah bagaimana generasi Kota Ambon ini lebih sibuk pada hal-hal yang positif ketimbang hal-hal negatif yang dapat mempengaruhi masa depan mereka,” pungkasnya.
Di bawah kepemimpinan baru PTMSI Kota Ambon, program tenis meja pun tidak lagi sekadar berbicara tentang pertandingan dan prestasi. Meja pingpong diproyeksikan hadir lebih dekat dengan masyarakat—dari ruang kelas hingga kampung-kampung—sebagai wadah olahraga, pembinaan, sekaligus ruang positif bagi generasi Kota Ambon.



















