• Latest
  • Trending
Bodewin Isi Mesin Birokrasi Ambon: “Kalau Mau Zona Nyaman, Tidak Perlu Jadi Pejabat”

Bodewin Isi Mesin Birokrasi Ambon: “Kalau Mau Zona Nyaman, Tidak Perlu Jadi Pejabat”

11 September 2026
Diskusi Publik Harhubnas 2026 Dorong Solusi Kemacetan Ambon dari Parkir hingga Angkutan Umum

Diskusi Publik Harhubnas 2026 Dorong Solusi Kemacetan Ambon dari Parkir hingga Angkutan Umum

15 September 2026
240 CPNS Kota Ambon Masuk “Kawah Candradimuka”, Ely Toisutta: Jangan Bawa Cara Lama ke Birokrasi

240 CPNS Kota Ambon Masuk “Kawah Candradimuka”, Ely Toisutta: Jangan Bawa Cara Lama ke Birokrasi

15 September 2026
Harhubnas 2026 di Ambon, Insan Perhubungan Kumpulkan 45 Kantong

Harhubnas 2026 di Ambon, Insan Perhubungan Kumpulkan 45 Kantong

14 September 2026
Thariqah Dusuqiyah Muhammadiyah Maluku-Maluku Utara Gelar Maulid Nabi, Rawat Mahabbah dan Ukhuwah Umat

Thariqah Dusuqiyah Muhammadiyah Maluku-Maluku Utara Gelar Maulid Nabi, Rawat Mahabbah dan Ukhuwah Umat

12 September 2026
Sambut Harhubnas 2026, Insan Transportasi Maluku Bersihkan Pantai dan Laut Teluk Ambon

Sambut Harhubnas 2026, Insan Transportasi Maluku Bersihkan Pantai dan Laut Teluk Ambon

11 September 2026
Wagub Vanath Turun ke Ruang Pasien, Dengarkan Langsung Keluhan di RSUD Haulussy

Wagub Vanath Turun ke Ruang Pasien, Dengarkan Langsung Keluhan di RSUD Haulussy

10 September 2026
Bendera LPTQ Diserahkan, Kafilah Maluku Berangkat Memburu Prestasi di Panggung MTQ Nasional

Bendera LPTQ Diserahkan, Kafilah Maluku Berangkat Memburu Prestasi di Panggung MTQ Nasional

10 September 2026
‎Desil Bikin Warga Terlempar dari Bansos, Rovik: Jangan Ukur Mampu Hanya dari Motor dan HP

‎Desil Bikin Warga Terlempar dari Bansos, Rovik: Jangan Ukur Mampu Hanya dari Motor dan HP

10 September 2026
Ambon Raih Apresiasi Nasional di Sektor Pendidikan, Bodewin: Kado di Usia 451 Tahun Kota Ambon

Ambon Raih Apresiasi Nasional di Sektor Pendidikan, Bodewin: Kado di Usia 451 Tahun Kota Ambon

10 September 2026
Abas Rumadan Pimpin PTMSI Ambon, Pingpong Disiapkan Masuk Sekolah hingga Kampung

Abas Rumadan Pimpin PTMSI Ambon, Pingpong Disiapkan Masuk Sekolah hingga Kampung

10 September 2026
Dari Jemaat Menuju Pasar, Ely Toisutta Dorong Eden Expo 2026 Jadi Panggung Lahirnya Usaha Baru

Dari Jemaat Menuju Pasar, Ely Toisutta Dorong Eden Expo 2026 Jadi Panggung Lahirnya Usaha Baru

6 September 2026
Musibah di Ujung Tangga Pelabuhan, Wawali Ambon Jenguk TKBM Saat KM Ngapulu Sandar

Musibah di Ujung Tangga Pelabuhan, Wawali Ambon Jenguk TKBM Saat KM Ngapulu Sandar

6 September 2026
Selasa, September 15, 2026
tanase.id
Advertisement
  • Amboina
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Opini
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Beta
  • Amboina
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Opini
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Beta
No Result
View All Result
tanase.id
Home Amboina

Bodewin Isi Mesin Birokrasi Ambon: “Kalau Mau Zona Nyaman, Tidak Perlu Jadi Pejabat”

Syahin by Syahin
11 September 2026
in Amboina, Beta
0
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp
ADVERTISEMENT

AMBON, TANASE.ID – Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si, meminta para pejabat administrator dan pejabat pengawas yang baru dilantik tidak menjadikan jabatan sebagai ruang untuk mencari kenyamanan. Mereka dituntut bekerja, menyelesaikan persoalan dan memastikan pelayanan publik benar-benar dirasakan masyarakat.

‎‎Pesan itu disampaikan Bodewin saat melantik dan mengambil sumpah/janji pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Ambon, Jumat, 11 September 2026

‎‎Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, S.Sos, unsur DPRD Kota Ambon, Ketua TP PKK Kota Ambon, Sekretaris Daerah Kota Ambon, pimpinan OPD serta jajaran Pemerintah Kota Ambon.‎‎

Bodewin menegaskan, penataan birokrasi merupakan bagian penting dari upaya Pemerintah Kota Ambon mewujudkan pemerintahan yang memiliki kapasitas, profesional, bersih serta bebas dari praktik korupsi.‎‎

Menurutnya, salah satu kunci untuk mencapai tujuan tersebut adalah menempatkan aparatur yang tepat pada jabatan yang tepat.‎‎Karena itu, proses penempatan pejabat dilakukan dengan meminta pertimbangan para pimpinan organisasi perangkat daerah yang dinilai lebih memahami kapasitas, kemampuan dan rekam kerja ASN di lingkungan masing-masing.

‎‎“Kalau kita bicara sistem, maka kita harus memanfaatkan sumber daya yang berkualitas dan menempatkan mereka pada jabatan yang tepat. Usulan dari pimpinan OPD harus objektif dan selektif supaya mesin birokrasi ini bisa bergerak bersama membangun Kota Ambon,” tegas Bodewin.‎‎

Ia mengingatkan, setelah berbagai jabatan di perangkat daerah, kecamatan hingga kelurahan mulai terisi, tidak boleh lagi ada alasan pelayanan pemerintahan tidak berjalan maksimal akibat kekurangan pejabat pada posisi tertentu.‎‎

Bodewin menggambarkan birokrasi Pemkot Ambon saat ini seperti sebuah mesin yang komponennya mulai dilengkapi. Tinggal bagaimana seluruh aparatur menggerakkannya secara bersama-sama.‎‎

“Ini ibarat mesin, semua sudah lengkap, bensin selalu ada. Tinggal katong tancap gas,” ujarnya.

‎‎Kelurahan Jadi Ujung Tombak Pelayanan‎‎Perhatian khusus juga diberikan kepada kecamatan dan kelurahan. Menurut Bodewin, pelayanan pemerintah paling dekat dengan masyarakat berada pada dua tingkatan tersebut.‎‎

Pemkot Ambon, kata dia, akan terus melakukan penataan personel agar kantor-kantor kelurahan tidak lagi bekerja dengan jumlah pegawai yang sangat terbatas.‎‎

Ia menilai keberadaan sumber daya aparatur yang cukup sangat penting agar berbagai pelayanan dasar kepada warga dapat diselesaikan secara cepat tanpa semuanya harus dibawa hingga ke tingkat wali kota.‎‎

Para lurah dan camat juga diminta aktif turun melihat kondisi wilayah masing-masing, mulai dari persoalan sampah, ketertiban lingkungan hingga berbagai aktivitas pembangunan yang terjadi di tengah masyarakat.‎‎

“Kalau ada persoalan kecil di desa atau kelurahan semuanya harus sampai ke wali kota, lalu untuk apa ada camat dan lurah? Mereka harus turun, monitoring wilayah, tahu sampah ada di mana, persoalan ada di mana dan apa yang harus diselesaikan,” katanya.

‎‎Jangan Jadi Pejabat Zona Nyaman‎‎Bodewin juga menyampaikan pesan keras kepada para pejabat yang baru dilantik agar tidak sekadar menjalankan rutinitas.‎‎

Menurutnya, pejabat harus mampu menghadapi persoalan, mencari jalan keluar dan memberikan terobosan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.‎‎

“Kalau mau ada dalam zona nyaman, mau bekerja hanya hal-hal yang biasa-biasa saja, tidak perlu jadi pejabat. Karena ketika sudah menjadi pejabat, tugasnya adalah menghadapi persoalan dan mencari solusi supaya Ambon semakin baik,” tegasnya.‎‎

Ia mengatakan, aparatur pemerintah tidak boleh takut menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Justru persoalan yang muncul harus menjadi ruang bagi pejabat untuk membuktikan kapasitas dan tanggung jawabnya.‎‎

Bodewin bahkan mengingatkan bahwa perjalanan seorang ASN akan tercatat sebagai bagian dari sejarah pembangunan Kota Ambon.‎‎

“Kalau mau menjadi pelaku sejarah yang baik, saatnya sekarang katong bekerja. Pada akhirnya katong akan meninggalkan tugas dan jabatan. Pilihannya, meninggalkan sejarah yang baik atau sejarah yang buruk,” pesannya.

‎‎Jabatan Adalah Kepercayaan‎‎Menurut Bodewin, jabatan bukan semata-mata kedudukan, melainkan amanah dan kepercayaan yang harus dijawab melalui kinerja.‎‎

Pejabat pengawas yang bekerja baik, lanjutnya, memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi pejabat administrator. Demikian pula pejabat administrator berpeluang naik ke jenjang pimpinan tinggi apabila mampu menunjukkan kualitas kerja.‎‎

“Tidak mungkin orang yang bekerja tidak baik kemudian mendapatkan jabatan yang lebih tinggi. Jadi jadikan ini motivasi untuk bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi serta berkoordinasi dengan baik,” katanya.‎‎

Ia juga mengingatkan pentingnya loyalitas, koordinasi serta sikap saling menghargai antara bawahan dan pimpinan dalam membangun organisasi pemerintahan yang sehat.

‎‎Bodewin meminta para pimpinan OPD memberi ruang dan kepercayaan kepada pejabat yang baru dilantik untuk menjalankan tugas serta menunjukkan kemampuan mereka.‎‎

Di akhir arahannya, Wali Kota menyampaikan selamat kepada seluruh pejabat beserta keluarga yang turut mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan.‎‎

Ia berharap pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian atau pengisian jabatan, tetapi menjadi momentum memperkuat mesin birokrasi Pemerintah Kota Ambon setelah kota berjuluk Manise itu memasuki usia ke-451 tahun.‎‎

“Semua proses yang katong lakukan hari ini, kalau dilakukan dengan baik dan tulus untuk membangun kota ini, pada waktunya akan menghasilkan perubahan yang lebih baik bagi Ambon,” pungkas Bodewin.‎

Share189Send

Berita Terkait

240 CPNS Kota Ambon Masuk “Kawah Candradimuka”, Ely Toisutta: Jangan Bawa Cara Lama ke Birokrasi
Amboina

240 CPNS Kota Ambon Masuk “Kawah Candradimuka”, Ely Toisutta: Jangan Bawa Cara Lama ke Birokrasi

15 September 2026
Thariqah Dusuqiyah Muhammadiyah Maluku-Maluku Utara Gelar Maulid Nabi, Rawat Mahabbah dan Ukhuwah Umat
Amboina

Thariqah Dusuqiyah Muhammadiyah Maluku-Maluku Utara Gelar Maulid Nabi, Rawat Mahabbah dan Ukhuwah Umat

12 September 2026
Ambon Raih Apresiasi Nasional di Sektor Pendidikan, Bodewin: Kado di Usia 451 Tahun Kota Ambon
Amboina

Ambon Raih Apresiasi Nasional di Sektor Pendidikan, Bodewin: Kado di Usia 451 Tahun Kota Ambon

10 September 2026
Abas Rumadan Pimpin PTMSI Ambon, Pingpong Disiapkan Masuk Sekolah hingga Kampung
Amboina

Abas Rumadan Pimpin PTMSI Ambon, Pingpong Disiapkan Masuk Sekolah hingga Kampung

10 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

tanase.id

tanase.id | © 2026

Terdepan & Terpercaya | Mengabarkan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Advertise
  • Kontak

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Amboina
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Opini
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Beta

tanase.id | © 2026