AMBON, TANASE.ID – Rutinitas dini hari di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon berubah menjadi musibah bagi Saleh Latuconsina, seorang Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), setelah dirinya terjatuh di tangga pelabuhan saat KM Ngapulu sedang sandar di Pelabuhan Yos Sudarso.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIT, Kamis (3/9/2026) dini hari, ketika aktivitas di kawasan pelabuhan masih berlangsung. Pada jam-jam seperti itu, para pekerja TKBM tetap berjibaku menjalankan tugas mengikuti jadwal kapal yang masuk maupun keluar dari Pelabuhan Yos Sudarso.
Musibah yang dialami Saleh kemudian mendapat perhatian dari Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, S.Sos.

Di tengah kesibukannya menjalankan tugas pemerintahan, Ely menyempatkan diri mengunjungi Saleh untuk melihat secara langsung kondisinya sekaligus memberikan dukungan moril kepada pekerja pelabuhan tersebut dan keluarganya.
Kunjungan itu menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami musibah ketika sedang menjalankan tugas mencari nafkah.
Bagi Ely, pekerja TKBM merupakan bagian penting dari denyut aktivitas Pelabuhan Yos Sudarso. Di balik kapal-kapal yang datang dan berangkat membawa penumpang maupun barang, terdapat para pekerja yang bekerja tanpa mengenal waktu untuk memastikan aktivitas bongkar muat dapat berjalan.
Karena itu, musibah yang dialami salah satu pekerja TKBM juga menjadi perhatian yang tidak bisa dipandang sekadar sebagai peristiwa biasa.
Dalam kunjungannya, Wakil Wali Kota memberikan semangat kepada Saleh agar tetap kuat menghadapi kondisi yang dialaminya dan dapat menjalani proses pemulihan dengan baik.
Kehadiran Ely di tengah korban dan keluarga sekaligus memperlihatkan sisi kemanusiaan pemerintah, bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya berlangsung di balik meja dan ruang-ruang pemerintahan, tetapi juga melalui kehadiran langsung ketika warga sedang menghadapi kesulitan.
Saleh Latuconsina merupakan salah satu dari sekian pekerja TKBM yang menggantungkan hidup dari aktivitas bongkar muat di kawasan Pelabuhan Yos Sudarso.
Pekerjaan tersebut menuntut fisik, ketelitian dan kewaspadaan tinggi. Para pekerja harus menyesuaikan aktivitas dengan jadwal kapal, termasuk bekerja pada malam hari hingga menjelang pagi.
Kondisi itu membuat aspek keselamatan kerja menjadi hal yang sangat penting.
Peristiwa yang menimpa Saleh pun menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa para pekerja pelabuhan menjalankan tugas dengan risiko yang tidak ringan.
Di balik kelancaran distribusi barang dan aktivitas kapal yang dinikmati masyarakat, terdapat pekerja-pekerja yang berhadapan langsung dengan berbagai kondisi di lapangan.
Karena itu, perlindungan dan keselamatan para pekerja harus menjadi perhatian bersama, baik dari pengelola kawasan pelabuhan, pihak perusahaan, organisasi pekerja maupun seluruh pemangku kepentingan terkait.
Kecelakaan kerja sekecil apa pun perlu menjadi bahan evaluasi agar risiko serupa dapat diminimalisasi dan pekerja dapat menjalankan tugas dalam kondisi yang lebih aman.
Bagi Pemerintah Kota Ambon, perhatian kepada masyarakat yang mengalami musibah merupakan bagian penting dari tanggung jawab sosial pemerintahan.
Kehadiran Wakil Wali Kota Ambon menjenguk Saleh membawa pesan bahwa warga yang mengalami musibah tidak boleh merasa berjalan sendiri, terlebih ketika musibah itu terjadi saat mereka sedang menjalankan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Di tengah kerasnya aktivitas pelabuhan pada dini hari, musibah yang menimpa Saleh Latuconsina sekaligus membuka kembali perhatian terhadap kehidupan para pekerja TKBM—mereka yang bekerja di balik hiruk-pikuk kapal, mengangkat dan memindahkan barang, serta menjaga roda aktivitas pelabuhan tetap bergerak.
Kini, harapan tertuju pada pemulihan Saleh agar kondisinya segera membaik dan dapat kembali beraktivitas bersama keluarga serta rekan-rekannya.
Kunjungan Ely Toisutta pun menjadi bentuk sederhana namun berarti: ketika seorang warga mengalami musibah saat KM Ngapulu sandar di Pelabuhan Yos Sudarso, pemerintah hadir untuk memberikan perhatian dan dukungan.



















