oleh : Iskandar Pelupessy
Ambon, tanase.id – Ajang Piala dunia 2026 sebentar lagi akan usai. Rasa senang marah dan kekecewaan datag menhampiri para pemain hingga penggemar, itulah sepakbola olahraga yang disukai semua kalangan baik pria wanitau dari yang sepuh hingga anak-anak.
Natakusumah (2009) menyatakan bahwa saat pertama kali sepak bola modern digagas dan kemudian disebarluaskan oleh orang Inggris ke segala penjuru dunia, mungkin tak ada yang mengira kalau suatu saat nanti sepak bola akan menjadi sebuah kekuatan maha dahsyat yang mempengaruhi banyak aspek kehidupan di dunia ini.Sepak bola mungkin hanya sebuah permainan, namun efek dari permainan tersebut ada cedera yang selalu menghantui.
Cedera merupakan bagian yang umum dalam sepak bola karena olahraga ini melibatkan lari cepat, perubahan arah secara tiba-tiba, kontak fisik, dan tendangan berulang.Risiko cedera meningkat ketika pemain kelelahan, memiliki riwayat cedera sebelumnya, atau mengalami peningkatan beban latihan yang terlalu cepat.
Cedera dan sepakbola bak dua sisi mata uang yang selalu mengintip para pesepakbola, olahraga yang hampir 100% mengandalkan fisik dibarengi insting ini. Pada akhirnya banyak harus menyerah dengan keadaan, keluar masuk meja operasi sering kita dengar.
Tak ayal jika ada masa emasnya ada juga pada pensiunnya. Jika pada puncak akhir masa karirnya orang akan berpikir, ya sudahlah sudah cukup yang dia dapatkan pada karirnya, beserta kemewahan dan lain yang mengeringinya.Dan Marco Van Basten dan Neymar jr, dua legenda sepak bola dunia ini, mereka salah satu yang harus menyerah akan kondisi ini, Van Basten pensiun total pada usia 28 tahun.
Van Basten dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di dunia pada saat itu dimana tendangan volinya yang spektakuler menyoayak gawang uni soviet hingga bersama Ruud Gullit dan anggota tomnanas belanda lainnya mereka mempesembahkan piala Eropa tahun 1988 saat itu.
Marco Van Basten dalam karirnya telah mencetak kurang lebih 300 gol, namun karena sering menderita cedera, dia pun harus merelaka karirnya dan pension saat masa emassnya. Van Basten memainkan pertandingan terakhir pada tahun 1993 ketika usia 28, cedera tersebut memaksanya pensiun dua tahun kemudian.Jika Van Basten Pensiun pada usia 28 tahun dan berhenti total dari sepakbola.
Berbeda halnya dengan Neymar da Silva Santos Júnior, atau yang kerap disapa Neymar menyatakan berhenti di Timnas Brazil pasca kekalahan di babak 32 besar Piala Dunia 2026 pada usia 34 tahun.Kerap cedera menjadi salah satu turunnya performance Neymar.
Cedera memang menjadi faktor penting dalam keputusan tersebut. Selama beberapa tahun terakhir, Neymar berkali-kali mengalami cedera serius, termasuk robekan ligamen lutut (ACL) pada 2023 dan sejumlah cedera otot yang membuatnya sering absen membela Brasil maupun klubnya.
Bahkan menjelang Piala Dunia 2026, ia sempat mengalami cedera betis yang membatasi penampilannya (antaranews). Namun, Neymar tidak menyatakan bahwa ia pensiun dari timnas semata-mata karena cedera.
Keputusannya juga dipengaruhi oleh usia, perjalanan karier internasional yang panjang, serta berakhirnya kiprahnya setelah kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026.
Keduanya memutuskan berhenti saat masih bisa menikmati masa keemasan mereka, saat pundi-pundi dolar harusnya datang menemani bukan menghindari.
Mungkin itulah takdir, takdir seorang atlet di cabang olahraga menguras fisik, membenturkan fisik, dan mereka pasti tau akan keputusan yang mereka ambil Cedera dan sepakbola itu seperti hantu, kepopuleran sepak bola bukan hanya mempopulerkan para pemainnya, bahkan kepopuleran sang pemain bisa melebihi presiden di negaranya tapi efek yang ditimbulkan mempengaruhi banyak aspek hingga situasi sosial politik.
Sepakbola bukan cuman masalah fisik semata, apakah karena sepakbola menunjukan rasa solidaritas antara pemain, pembagian tugas dengan strategi kerja sama secara kolektif dan bukan karya individu semata.
Jika sepakbola dianggap sebagai simbol harapan publik, tidak juga, yang pasti sepakbola selalu menghadirkan para super star dari zaman ke zaman ada yang bertahan hingga puncak karir ada yang berhenti akibat cedera.



















