• Latest
  • Trending

Optimisme Membersamai Program MBG di Maluku : Peluang dan Tantangannya

3 Juli 2026
Diskusi Publik Harhubnas 2026 Dorong Solusi Kemacetan Ambon dari Parkir hingga Angkutan Umum

Diskusi Publik Harhubnas 2026 Dorong Solusi Kemacetan Ambon dari Parkir hingga Angkutan Umum

15 September 2026
240 CPNS Kota Ambon Masuk “Kawah Candradimuka”, Ely Toisutta: Jangan Bawa Cara Lama ke Birokrasi

240 CPNS Kota Ambon Masuk “Kawah Candradimuka”, Ely Toisutta: Jangan Bawa Cara Lama ke Birokrasi

15 September 2026
Harhubnas 2026 di Ambon, Insan Perhubungan Kumpulkan 45 Kantong

Harhubnas 2026 di Ambon, Insan Perhubungan Kumpulkan 45 Kantong

14 September 2026
Thariqah Dusuqiyah Muhammadiyah Maluku-Maluku Utara Gelar Maulid Nabi, Rawat Mahabbah dan Ukhuwah Umat

Thariqah Dusuqiyah Muhammadiyah Maluku-Maluku Utara Gelar Maulid Nabi, Rawat Mahabbah dan Ukhuwah Umat

12 September 2026
Sambut Harhubnas 2026, Insan Transportasi Maluku Bersihkan Pantai dan Laut Teluk Ambon

Sambut Harhubnas 2026, Insan Transportasi Maluku Bersihkan Pantai dan Laut Teluk Ambon

11 September 2026
Bodewin Isi Mesin Birokrasi Ambon: “Kalau Mau Zona Nyaman, Tidak Perlu Jadi Pejabat”

Bodewin Isi Mesin Birokrasi Ambon: “Kalau Mau Zona Nyaman, Tidak Perlu Jadi Pejabat”

11 September 2026
Wagub Vanath Turun ke Ruang Pasien, Dengarkan Langsung Keluhan di RSUD Haulussy

Wagub Vanath Turun ke Ruang Pasien, Dengarkan Langsung Keluhan di RSUD Haulussy

10 September 2026
Bendera LPTQ Diserahkan, Kafilah Maluku Berangkat Memburu Prestasi di Panggung MTQ Nasional

Bendera LPTQ Diserahkan, Kafilah Maluku Berangkat Memburu Prestasi di Panggung MTQ Nasional

10 September 2026
‎Desil Bikin Warga Terlempar dari Bansos, Rovik: Jangan Ukur Mampu Hanya dari Motor dan HP

‎Desil Bikin Warga Terlempar dari Bansos, Rovik: Jangan Ukur Mampu Hanya dari Motor dan HP

10 September 2026
Ambon Raih Apresiasi Nasional di Sektor Pendidikan, Bodewin: Kado di Usia 451 Tahun Kota Ambon

Ambon Raih Apresiasi Nasional di Sektor Pendidikan, Bodewin: Kado di Usia 451 Tahun Kota Ambon

10 September 2026
Abas Rumadan Pimpin PTMSI Ambon, Pingpong Disiapkan Masuk Sekolah hingga Kampung

Abas Rumadan Pimpin PTMSI Ambon, Pingpong Disiapkan Masuk Sekolah hingga Kampung

10 September 2026
Dari Jemaat Menuju Pasar, Ely Toisutta Dorong Eden Expo 2026 Jadi Panggung Lahirnya Usaha Baru

Dari Jemaat Menuju Pasar, Ely Toisutta Dorong Eden Expo 2026 Jadi Panggung Lahirnya Usaha Baru

6 September 2026
Rabu, September 16, 2026
tanase.id
Advertisement
  • Amboina
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Opini
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Beta
  • Amboina
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Opini
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Beta
No Result
View All Result
tanase.id
Home Opini

Optimisme Membersamai Program MBG di Maluku : Peluang dan Tantangannya

Beta by Beta
3 Juli 2026
in Opini
0
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp
ADVERTISEMENT

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu Program Strategis Nasional pada masa pemerintahan Prabowo-Gibran yang mulai dilaksanakan sejak Januari 2025. Program MBG dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), yaitu lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas melaksanakan pemenuhan gizi masyarakat. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam upaya memberantas stunting dengan menyediakan makanan bergizi bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Berdasarkan hasil survei nasional yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2024, prevalensi stunting nasional mengalami penurunan dari 21,5% pada 2023 menjadi 19,8% pada 2024 (Sumber: kemenkes.go.id). Capaian tersebut terus diupayakan pemerintah dengan menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14,2% pada tahun 2029.

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sebagai Program Strategis Nasional secara teknis dilaksanakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di setiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sesuai Keputusan Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Tahun 2026, pembagian MBG telah diatur mulai dari jadwal, alur distribusi, hingga standar kesiapan dan keamanan pangan di setiap wilayah.

Pembagian MBG dilakukan setiap hari Senin sampai Sabtu dengan memperhatikan pemenuhan standar gizi sesuai kategori kelompok dan usia penerima. Adapun jadwal pendistribusiannya adalah sebagai berikut:

  • PAUD–Kelas 2 SD: pukul 08.00 waktu setempat.
  • Kelas 3 SD–Kelas 6 SD: pukul 09.30 waktu setempat.
  • SMP–SMA: pukul 12.00 waktu setempat.

Program ini didanai melalui APBN dengan mekanisme bantuan pemerintah. Biaya per porsi meliputi biaya bahan baku sebesar Rp8.000 untuk balita/PAUD/SD kelas 1–3 dan Rp10.000 untuk SD kelas 4–6/SMP/SMA, serta biaya operasional sebesar Rp3.000.

Ide Besar, Perencanaan Harus Jelas…

Pelaksanaan MBG sejak awal memicu berbagai tanggapan dari kalangan akademisi, praktisi, aktivis, maupun kelompok masyarakat lainnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai persoalan yang muncul dalam implementasi program.

Kendala utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencakup kelemahan tata kelola dan perencanaan yang dinilai kurang matang sejak awal. Kondisi ini memunculkan berbagai tantangan operasional dan teknis yang mendorong perlunya evaluasi secara menyeluruh oleh pemerintah.

Beberapa persoalan yang muncul akibat perencanaan pelaksanaan MBG yang dinilai belum matang antara lain: pertama, kesenjangan yang cukup lebar antara target dan realisasi capaian; kedua, maraknya kasus keracunan massal di berbagai daerah; ketiga, permasalahan dalam penetapan mitra yayasan dan SPPG yang belum transparan serta rawan konflik kepentingan; keempat, keterbatasan dan penataan sumber daya manusia, termasuk keterlambatan pembayaran honorarium serta beban kerja guru dan relawan; kelima, ketidaksesuaian mutu bahan baku akibat belum adanya standar Acceptance Quality Limit (AQL) yang tegas; keenam, penerapan standar pengolahan makanan yang belum konsisten, khususnya Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP); ketujuh, distribusi makanan yang belum tertib dan masih membebani guru di sekolah; serta kedelapan, sistem pengawasan yang belum terintegrasi, masih bersifat reaktif, dan belum sepenuhnya berbasis data.

Tidak sedikit anggaran yang digunakan untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada tahun 2026, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp268 triliun. Anggaran tersebut merupakan hasil penyesuaian dan efisiensi setelah sebelumnya direncanakan sebesar Rp335 triliun. Sementara itu, untuk tahun 2027, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengusulkan anggaran sebesar Rp270,2 triliun.

Kesiapan Kapabilitas Generasi Masa Depan…

Amartya Kumar Sen merupakan seorang ekonom dan filsuf asal India yang dikenal luas atas kontribusinya terhadap pemikiran mengenai pembangunan manusia, keadilan sosial, dan kemiskinan. Ia meraih Penghargaan Nobel bidang Ekonomi pada tahun 1998 berkat karya-karyanya yang revolusioner dalam teori kesejahteraan ekonomi dan pendekatan kapabilitas.

Salah satu sumbangan pemikirannya yang paling berpengaruh adalah The Capability Approach atau pendekatan kapabilitas, yang hingga kini banyak dijadikan dasar dalam studi pembangunan manusia dan kebijakan sosial. Teori kapabilitas yang dikembangkan Sen menawarkan pendekatan baru dalam menilai kesejahteraan manusia. Alih-alih berfokus semata pada pendapatan atau kekayaan sebagai indikator utama kemajuan, Sen menekankan pentingnya kapabilitas, yakni kemampuan nyata seseorang untuk menjalani kehidupan yang dianggapnya berharga (Sen, 2009: 253–268).

Dalam pandangan ini, ukuran kesejahteraan bukan semata-mata ditentukan oleh apa yang dimiliki seseorang (means), melainkan oleh apa yang dapat dilakukan atau dicapai dengan apa yang dimilikinya (ends). Dengan demikian, pembangunan tidak hanya dinilai dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana individu memiliki kebebasan untuk memilih kehidupan yang bermakna bagi dirinya.

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai upaya pemerintah untuk menjamin akses terhadap makanan bergizi bagi masyarakat kurang mampu. Di permukaan, program ini tampak menjanjikan sebagai solusi atas persoalan gizi buruk dan kelaparan di kalangan masyarakat miskin. Namun, jika dianalisis melalui pendekatan kapabilitas Amartya Sen, efektivitas MBG dalam memperluas kapabilitas masyarakat masih patut dipertanyakan.

Dalam teori kapabilitasnya, Sen menjelaskan bahwa persoalan kekurangan gizi bukan pertama-tama disebabkan oleh kurangnya ketersediaan makanan, melainkan lebih disebabkan oleh ketidakadilan dalam akses terhadap makanan bergizi (Daven, 2020: 135). Di sinilah Sen menekankan pentingnya persoalan aksesibilitas sebagai faktor utama.

Program unggulan Prabowo-Gibran, yaitu Makan Bergizi Gratis, pada dasarnya merupakan program yang baik. Namun, apabila tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada masa depan, terdapat beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian.

Pertama, alokasi anggaran sebaiknya juga diarahkan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan melalui pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih modern dan digital di seluruh pelosok negeri.

Kedua, demokrasi yang sehat tidak hanya diwujudkan melalui penyelenggaraan pemilu lima tahunan, tetapi juga melalui pelibatan masyarakat secara aktif dalam proses perumusan dan pengambilan kebijakan publik.

Ketiga, pemerintah dapat memperkuat program pemberdayaan ekonomi jangka panjang dengan menyediakan skema pembiayaan mikro, pelatihan teknis, serta akses pasar bagi koperasi petani, UMKM pangan, dan produsen lokal lainnya.

Keempat, penyediaan akses dan fasilitas kesehatan yang merata serta terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat harus terus diperkuat. Tanpa kondisi kesehatan yang baik, peserta didik tidak akan mampu menerima proses pembelajaran secara efektif.

Dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, MBG dapat diposisikan sebagai program transisional, sembari pemerintah membangun kebijakan yang lebih strategis dan berorientasi pada penguatan kapabilitas masyarakat.

Pembangunan sumber daya manusia sejatinya bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang menciptakan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk tumbuh, belajar, dan mandiri. Oleh karena itu, alih-alih mengandalkan skema pemberian makanan gratis yang menghadapi berbagai tantangan logistik serta berpotensi menimbulkan penyalahgunaan, negara perlu menghadirkan pendekatan yang lebih visioner, yaitu memperkuat pendidikan, memperluas partisipasi demokrasi, memberdayakan ekonomi lokal, serta menjamin layanan kesehatan yang inklusif. Dengan langkah-langkah tersebut, kita tidak hanya menyelesaikan persoalan gizi, tetapi juga meletakkan fondasi yang kokoh bagi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, kuat, dan berdaya saing pada masa depan.

Aktivis Perempuan Maluku

Eltin Tanalepy, S.AP ~ Sekretaris DPD KNPI Maluku 2018-2021

Tags: makanan bergizi gratismbg
Share192Send

Berita Terkait

Artikulasi Perempuan dalam Perjuangan
Opini

Artikulasi Perempuan dalam Perjuangan

18 Agustus 2026
Sepak Bola Maluku Utara Bergejolak, Muliansyah Siapkan “Malut United Kie Raha” dengan Identitas Daerah
Olahraga

Sepak Bola Maluku Utara Bergejolak, Muliansyah Siapkan “Malut United Kie Raha” dengan Identitas Daerah

8 Agustus 2026
Sepakbola, Kepopuleran dan Cedera Yang Menghantui
Opini

Sepakbola, Kepopuleran dan Cedera Yang Menghantui

18 Juli 2026
Menetaskan Kader NU Di Maluku Tenggara
Opini

Menetaskan Kader NU Di Maluku Tenggara

16 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

Meriahkan Piala Dunia 2026, Golkar Ambon dan Kosgoro Maluku Gelar Nobar Sambil Bagi Sembako, Ely Toisutta: Ajang Perekat Orang Basudara​

Meriahkan Piala Dunia 2026, Golkar Ambon dan Kosgoro Maluku Gelar Nobar Sambil Bagi Sembako, Ely Toisutta: Ajang Perekat Orang Basudara​

23 Juni 2026
Bodewin Isi Mesin Birokrasi Ambon: “Kalau Mau Zona Nyaman, Tidak Perlu Jadi Pejabat”

Bodewin Isi Mesin Birokrasi Ambon: “Kalau Mau Zona Nyaman, Tidak Perlu Jadi Pejabat”

11 September 2026
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    
tanase.id

tanase.id | © 2026

Terdepan & Terpercaya | Mengabarkan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Advertise
  • Kontak

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Amboina
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Opini
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Beta

tanase.id | © 2026