• Latest
  • Trending
Sepakbola, Kepopuleran dan Cedera Yang Menghantui

Sepakbola, Kepopuleran dan Cedera Yang Menghantui

18 Juli 2026
Walikota Lepas Parade Kabaya Nona Ambon

Walikota Lepas Parade Kabaya Nona Ambon

25 Juli 2026
Dinkes Ambon Klarifikasi Temuan BPK, Perizinan SPPG hingga Pengadaan PLTS Puskesmas

Dinkes Ambon Klarifikasi Temuan BPK, Perizinan SPPG hingga Pengadaan PLTS Puskesmas

24 Juli 2026
Sambut HUT ke-451, Pemkot Ambon Gelar Kerja Bakti dan Penanaman Gadihu di Area Publik

Sambut HUT ke-451, Pemkot Ambon Gelar Kerja Bakti dan Penanaman Gadihu di Area Publik

23 Juli 2026
Pemkot Ambon Batasi Penggunaan Ponsel di Sekolah, Siswa Diminta Lebih Fokus Belajar

Pemkot Ambon Batasi Penggunaan Ponsel di Sekolah, Siswa Diminta Lebih Fokus Belajar

23 Juli 2026
Ely Toisutta Hadiri Bimtek ASWAKADA, Perkuat Sinergi Pemerintah Daerah dan Pembangunan Nasional

Ely Toisutta Hadiri Bimtek ASWAKADA, Perkuat Sinergi Pemerintah Daerah dan Pembangunan Nasional

23 Juli 2026
Kota Ambon Raih Peringkat I MATRA 2026, Bodewin: Dana Desa Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Kota Ambon Raih Peringkat I MATRA 2026, Bodewin: Dana Desa Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

23 Juli 2026
Robert Sapulette Resmi Jadi Sekda, Bodewin Instruksikan Pangkas Birokrasi Panjang di Pemkot Ambon

Robert Sapulette Resmi Jadi Sekda, Bodewin Instruksikan Pangkas Birokrasi Panjang di Pemkot Ambon

21 Juli 2026
Buka Lomba Bertutur 2026, Ely Toisutta Dorong Sekolah di Ambon Wajibkan Siswa Membaca Satu Buku Setiap Pekan

Buka Lomba Bertutur 2026, Ely Toisutta Dorong Sekolah di Ambon Wajibkan Siswa Membaca Satu Buku Setiap Pekan

20 Juli 2026
Minggu Berbagi di Batu Meja, Ely Toisutta Sapa Tukang Ojek dan Pedagang Ikan Asar dengan Sentuhan Kepedulian

Minggu Berbagi di Batu Meja, Ely Toisutta Sapa Tukang Ojek dan Pedagang Ikan Asar dengan Sentuhan Kepedulian

19 Juli 2026
Ketua PWNU Maluku Resmi Tutup PDPKNU dan Konfercab PCNU Maluku Tenggara

Ketua PWNU Maluku Resmi Tutup PDPKNU dan Konfercab PCNU Maluku Tenggara

23 Juli 2026
RANS Carnival 2026 Gerakkan UMKM, Wali Kota Ambon: Promosi Luar Biasa bagi Produk Lokal

RANS Carnival 2026 Gerakkan UMKM, Wali Kota Ambon: Promosi Luar Biasa bagi Produk Lokal

18 Juli 2026
RANS Carnival 2026 Resmi Dibuka di Ambon, Raffi Ahmad Salurkan Bantuan untuk Masjid dan Gereja

RANS Carnival 2026 Resmi Dibuka di Ambon, Raffi Ahmad Salurkan Bantuan untuk Masjid dan Gereja

18 Juli 2026
Minggu, Juli 26, 2026
tanase.id
Advertisement
  • Amboina
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Opini
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Beta
  • Amboina
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Opini
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Beta
No Result
View All Result
tanase.id
Home Opini

Sepakbola, Kepopuleran dan Cedera Yang Menghantui

Syahin by Syahin
18 Juli 2026
in Opini, Piala Dunia
0
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp
ADVERTISEMENT

oleh : Iskandar Pelupessy

Ambon, tanase.id – Ajang Piala dunia 2026 sebentar lagi akan usai. Rasa senang marah dan kekecewaan datag menhampiri para pemain hingga penggemar, itulah sepakbola olahraga yang disukai semua kalangan baik pria wanitau dari yang sepuh hingga anak-anak.‎‎‎

Natakusumah (2009) menyatakan bahwa saat pertama kali sepak bola modern digagas dan kemudian disebarluaskan oleh orang Inggris ke segala penjuru dunia, mungkin tak ada yang mengira kalau suatu saat nanti sepak bola akan menjadi sebuah kekuatan maha dahsyat yang mempengaruhi banyak aspek kehidupan di dunia ini.‎‎‎Sepak bola mungkin hanya sebuah permainan, namun efek dari permainan tersebut ada cedera yang selalu menghantui.

Cedera merupakan bagian yang umum dalam sepak bola karena olahraga ini melibatkan lari cepat, perubahan arah secara tiba-tiba, kontak fisik, dan tendangan berulang.‎‎‎Risiko cedera meningkat ketika pemain kelelahan, memiliki riwayat cedera sebelumnya, atau mengalami peningkatan beban latihan yang terlalu cepat.‎‎‎

Cedera dan sepakbola bak dua sisi mata uang yang selalu mengintip para pesepakbola, olahraga yang hampir 100% mengandalkan fisik dibarengi insting ini. Pada akhirnya banyak harus menyerah dengan keadaan, keluar masuk meja operasi sering kita dengar.

‎‎‎Tak ayal jika ada masa emasnya ada juga pada pensiunnya. Jika pada puncak akhir masa karirnya orang akan berpikir, ya sudahlah sudah cukup yang dia dapatkan pada karirnya, beserta kemewahan dan lain yang mengeringinya.‎‎‎Dan Marco Van Basten dan Neymar jr, dua legenda sepak bola dunia ini, mereka salah satu yang harus menyerah akan kondisi ini, Van Basten pensiun total pada usia 28 tahun.

‎‎‎Van Basten dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di dunia pada saat itu dimana tendangan volinya yang spektakuler menyoayak gawang uni soviet hingga bersama Ruud Gullit dan anggota tomnanas belanda lainnya mereka mempesembahkan piala Eropa tahun 1988 saat itu.‎‎‎

Marco Van Basten dalam karirnya telah mencetak kurang lebih 300 gol, namun karena sering menderita cedera, dia pun harus merelaka karirnya dan pension saat masa emassnya. Van Basten memainkan pertandingan terakhir pada tahun 1993 ketika usia 28, cedera tersebut memaksanya pensiun dua tahun kemudian.‎‎‎Jika Van Basten Pensiun pada usia 28 tahun dan berhenti total dari sepakbola.

Berbeda halnya dengan Neymar da Silva Santos Júnior, atau yang kerap disapa Neymar menyatakan berhenti di Timnas Brazil pasca kekalahan di babak 32 besar Piala Dunia 2026 pada usia 34 tahun.‎‎‎Kerap cedera menjadi salah satu turunnya performance Neymar.

Cedera memang menjadi faktor penting dalam keputusan tersebut. Selama beberapa tahun terakhir, Neymar berkali-kali mengalami cedera serius, termasuk robekan ligamen lutut (ACL) pada 2023 dan sejumlah cedera otot yang membuatnya sering absen membela Brasil maupun klubnya.‎‎‎

Bahkan menjelang Piala Dunia 2026, ia sempat mengalami cedera betis yang membatasi penampilannya (antaranews). Namun, Neymar tidak menyatakan bahwa ia pensiun dari timnas semata-mata karena cedera.‎‎‎

Keputusannya juga dipengaruhi oleh usia, perjalanan karier internasional yang panjang, serta berakhirnya kiprahnya setelah kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026.‎‎‎

Keduanya memutuskan berhenti saat masih bisa menikmati masa keemasan mereka, saat pundi-pundi dolar harusnya datang menemani bukan menghindari.

Mungkin itulah takdir, takdir seorang atlet di cabang olahraga menguras fisik, membenturkan fisik, dan mereka pasti tau akan keputusan yang mereka ambil ‎‎‎Cedera dan sepakbola itu seperti hantu, kepopuleran sepak bola bukan hanya mempopulerkan para pemainnya, bahkan kepopuleran sang pemain bisa melebihi presiden di negaranya tapi efek yang ditimbulkan mempengaruhi banyak aspek hingga situasi sosial politik.‎‎‎

Sepakbola bukan cuman masalah fisik semata, apakah karena sepakbola menunjukan rasa solidaritas antara pemain, pembagian tugas dengan strategi kerja sama secara  kolektif dan bukan karya individu semata.‎‎‎

Jika sepakbola dianggap sebagai simbol harapan publik, tidak juga, yang pasti sepakbola selalu menghadirkan para super star dari zaman ke zaman ada yang bertahan hingga puncak karir ada yang berhenti akibat cedera.

Share192Send

Berita Terkait

Menetaskan Kader NU Di Maluku Tenggara
Opini

Menetaskan Kader NU Di Maluku Tenggara

16 Juli 2026
Satu Langkah Menuju Bintang Kedua! Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Prancis
Olahraga

Satu Langkah Menuju Bintang Kedua! Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Prancis

15 Juli 2026
Perang Urat Saraf Panaskan Semifinal Piala Dunia 2026, Spanyol dan Prancis Saling Tantang Jelang Duel Penentu
Olahraga

Perang Urat Saraf Panaskan Semifinal Piala Dunia 2026, Spanyol dan Prancis Saling Tantang Jelang Duel Penentu

14 Juli 2026
Comeback Dramatis, Argentina Jinakkan Mesir 3-2 untuk Segel Tiket Perempat Final
Olahraga

Comeback Dramatis, Argentina Jinakkan Mesir 3-2 untuk Segel Tiket Perempat Final

8 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

Timnas Maroko Pulangkan Belanda Melalui Drama “Titik Putih”

Timnas Maroko Pulangkan Belanda Melalui Drama “Titik Putih”

30 Juni 2026
Ely Toisutta: Purnawiyata Bukan Akhir, Tetapi Awal Perjalanan Menuju Masa Depan

Ely Toisutta: Purnawiyata Bukan Akhir, Tetapi Awal Perjalanan Menuju Masa Depan

12 Juni 2026
Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    
tanase.id

tanase.id | © 2026

Terdepan & Terpercaya | Mengabarkan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Advertise
  • Kontak

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Amboina
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Opini
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Beta

tanase.id | © 2026