AMBON, Tanase.id — Panitia Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 Provinsi Maluku menggelar diskusi publik “Katong Peduli Ambon Manise Bebas Macet” di lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Selasa (15/9/2026). Forum ini diarahkan untuk menghimpun masukan dan merumuskan solusi penanganan kemacetan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, Robby Sapulette, ST., MT., membuka kegiatan mewakili Wali Kota Ambon, Bodewin M Wattimena, sekaligus membacakan sambutan tertulis Wali Kota.
Diselenggarakan atas arahan Gubernur Maluku, kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Harhubnas 2026. Dalam suasana HUT ke-451 Kota Ambon, insan perhubungan turut mendorong kontribusi bersama untuk meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat.
Pertumbuhan aktivitas perkotaan dan meningkatnya mobilitas masyarakat membawa tantangan bagi lalu lintas Kota Ambon. Kepadatan di sejumlah ruas jalan berpengaruh terhadap waktu tempuh, produktivitas, pelayanan angkutan umum, keselamatan, serta kualitas lingkungan perkotaan.
“Pemerintah Kota Ambon menyadari bahwa permasalahan kemacetan ini adalah persoalan yang bersifat multidimensional,” demikian pesan Wali Kota dalam sambutan yang dibacakan Robby Sapulette.

Wali Kota menekankan perlunya kolaborasi antara Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku, Kementerian Perhubungan melalui unit pelaksana teknis di daerah, kepolisian, operator angkutan umum, akademisi, pelaku usaha, dan pihak terkait lainnya.
Forum ini dirancang untuk mengkaji berbagai persoalan, mulai dari titik kemacetan, pertumbuhan kendaraan, pelayanan angkutan umum, hingga manajemen dan rekayasa lalu lintas. Penataan parkir, aktivitas naik-turun penumpang, distribusi logistik, serta disiplin pengguna jalan juga menjadi bagian dari cakupan pembahasan.
Pendekatan teknis transportasi dipadukan dengan perspektif sosial budaya dan perilaku masyarakat. Melalui dialog terbuka, aspirasi pengguna jalan diharapkan dapat membantu mengidentifikasi penyebab kemacetan sekaligus merumuskan alternatif penyelesaiannya.
“Tujuan kita jelas, agar dapat mengurai kemacetan, meningkatkan pelayanan transportasi dan mewujudkan Kota Ambon yang lebih tertib, aman dan nyaman,” demikian disampaikan dalam sambutan Wali Kota.
Hasil diskusi diharapkan menjadi rekomendasi dan rumusan tindak lanjut bagi pemerintah serta pemangku kepentingan terkait. Rekomendasi tersebut selanjutnya dapat dibahas melalui koordinasi teknis sesuai kewenangan masing-masing pihak.
Wali Kota berharap forum ini memperkuat komitmen bersama dalam membenahi transportasi perkotaan.
“Saya berharap, lewat forum diskusi ini solusi yang akan kita dapatkan dapat menjadi awal dari komitmen bersama untuk membangun sistem transportasi Kota Ambon yang lebih baik,” pesan Wali Kota.



















