AMBON, TANASE.ID – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, S.Sos, secara resmi membuka Lomba Festival Jukulele Tingkat Kecamatan Sirimau Tahun 2026. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi ruang untuk merawat identitas Kota Ambon sebagai kota musik sekaligus memperkuat kreativitas dan kebersamaan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ely mengingatkan bahwa sejak 2019 Kota Ambon telah ditetapkan UNESCO sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network dalam bidang musik dengan predikat City of Music.

Menurutnya, predikat tersebut bukan sekadar gelar atau penghargaan, melainkan identitas sekaligus tanggung jawab bersama untuk terus menjaga, mengembangkan, dan mewariskan kekayaan musik yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Ambon.
“Bagi masyarakat Ambon dan Maluku, musik bukan sekadar hiburan. Musik telah menjadi bagian dari kehidupan, ekspresi budaya, sarana membangun kebersamaan, sekaligus media yang mampu mempertemukan berbagai perbedaan,” ujar Ely.

Salah satu kekayaan musik yang dinilai sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Ambon adalah jukulele.
Alat musik tersebut, kata Ely, bukan hanya menghasilkan nada dan melodi, tetapi juga membawa nilai kebersamaan, kreativitas, serta semangat menjaga warisan budaya lokal.
Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada panitia yang terus membuka ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas melalui musik.
Ely mengatakan, Kecamatan Sirimau memiliki posisi penting dalam kehidupan Kota Ambon. Selain menjadi pusat aktivitas pemerintahan, perdagangan dan jasa, Sirimau juga memiliki potensi besar dalam bidang pendidikan, sosial, seni, dan budaya.
Menurutnya, Festival Jukulele tidak boleh hanya dimaknai sebagai perlombaan untuk menentukan siapa yang menjadi juara.
“Lebih dari itu, festival ini harus menjadi ruang silaturahmi, ruang kreativitas, dan ruang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat,” katanya.
Dorong Kreativitas hingga Ekonomi MasyarakatDalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota menyampaikan tiga hal penting yang diharapkan dapat dihasilkan melalui pelaksanaan Festival Jukulele.
Pertama, memperkuat potensi dan kreativitas lokal. Para peserta diharapkan menjadikan festival sebagai ruang untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan karya terbaik.
“Jangan takut untuk berekspresi dan teruslah berkarya, karena dari ruang-ruang seperti inilah potensi-potensi baru dapat tumbuh dan berkembang,” pesannya.
Kedua, festival diharapkan mempererat kebersamaan masyarakat. Kegiatan tersebut harus menjadi sarana memperkuat persatuan dan persaudaraan mulai dari tingkat desa, negeri, kelurahan hingga Kecamatan Sirimau.
“Berbeda kelompok, berbeda latar belakang, bahkan berbeda pilihan dalam perlombaan, kita tetap satu sebagai masyarakat Kota Ambon,” tegasnya.
Ketiga, kegiatan seni dan budaya harus mampu memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat. Ely berharap festival dan kegiatan publik lainnya dapat memberikan ruang kepada pelaku UMKM maupun pedagang kecil untuk ikut memperoleh manfaat ekonomi.
Dengan demikian, kegiatan seni dan budaya bukan hanya memberikan hiburan, tetapi ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Musik Menyatukan PerbedaanKepada seluruh peserta, Ely berpesan agar menampilkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas, serta menikmati setiap proses selama mengikuti perlombaan.Menurutnya, kemenangan tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang meraih juara.
“Kemenangan bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan juara, tetapi juga tentang keberanian untuk tampil, kesempatan untuk belajar, dan pengalaman yang kita dapatkan bersama,” tuturnya.
Ely juga mengajak masyarakat menjadikan jukulele sebagai bagian dari semangat untuk terus menghidupkan musik di Kota Ambon.
Ia menekankan bahwa musik memiliki kekuatan bukan hanya untuk menghibur, melainkan juga menyatukan perbedaan, menyebarkan pesan perdamaian, menumbuhkan cinta, serta mempererat persaudaraan.
“Jadikan jukulele sebagai bagian dari semangat kita untuk terus menghidupkan musik di Kota Ambon. Mari kita buktikan bahwa musik bukan hanya mampu menghibur, tetapi juga mampu menyatukan perbedaan,” ujarnya.
Ely berharap karya dan kekayaan musik yang lahir dari Ambon tidak hanya dinikmati masyarakat lokal, tetapi terus dikenal lebih luas hingga ke berbagai belahan dunia.
“Musik dari Kota Ambon tidak hanya kita dengarkan di kota ini, tetapi juga dapat terus bergema hingga ke berbagai penjuru dunia,” harapnya.
Selanjutnya, Wakil Wali Kota Ambon secara resmi menyatakan Lomba Festival Jukulele Tingkat Kecamatan Sirimau Tahun 2026 dibuka, seraya berharap kegiatan tersebut ikut mendukung terwujudnya Kota Ambon yang Manis, Aman, dan Sejahtera.



















