Bula , tanase.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Seram Bagian Timur resmi memasuki babak baru setelah dilantik untuk masa khidmat 2026–2031. Pelantikan yang dirangkaikan dengan rapat kerja tersebut berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur, Senin (27/7/2026).
Prosesi pengambilan sumpah pengurus dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Maluku, KH. Abdul Rahman Tuanaya, Lc. Dalam suasana khidmat, para pengurus menyatakan kesiapan menjalankan amanah organisasi serta mengabdi kepada umat, bangsa, dan daerah.
Kegiatan ini dihadiri Ketua PWNU Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I.; Katib Syuriyah PWNU Maluku, Ustaz Chairuddin Talaohu, Lc.; Bupati Seram Bagian Timur, Fachri Husni Alkatiri, Lc., M.Si.; Muhammad Mifta Thoha R. Wattimena, H. Abdul Karim Rahantan. S.Ag, M.H, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten SBT, H. Muh. Abduh Ernas, S.Kom., M.Pd.; Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, H.M. Yasir Rumadaul, S.Ag., M.Pd., serta jajaran pengurus dan anggota PCNU Kabupaten Seram Bagian Timur.

Dalam sambutannya, Ketua PWNU Maluku, Dr. H. Yamin, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar kegiatan seremonial atau pergantian kepengurusan. Momentum tersebut merupakan awal dari tanggung jawab besar untuk menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pengurus PCNU SBT harus mampu bergerak bersama, memperkuat konsolidasi organisasi, dan menyusun program kerja yang menyentuh kebutuhan umat. NU juga diharapkan terus mengambil bagian dalam penguatan pendidikan, dakwah, ekonomi umat, moderasi beragama, serta pembinaan generasi muda.
Yamin mengingatkan agar jabatan dalam organisasi tidak dipandang sebagai ruang mencari kehormatan, tetapi sebagai jalan pengabdian. Karena itu, kekompakan antara jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, lembaga, dan badan otonom menjadi kunci agar seluruh agenda organisasi dapat berjalan secara terarah.
Ia juga mendorong pengurus baru agar tidak berhenti pada penyusunan program di atas kertas. Rapat kerja harus menghasilkan agenda yang realistis, terukur, dan sesuai dengan kondisi masyarakat Seram Bagian Timur.

Sementara itu, Bupati Seram Bagian Timur, Fachri Husni Alkatiri, menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus PCNU SBT masa khidmat 2026–2031 yang telah resmi dilantik.
Fachri berharap kepengurusan baru mampu membawa NU semakin aktif memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. Dengan jaringan organisasi yang luas hingga ke tengah masyarakat, NU dinilai memiliki posisi penting dalam menjaga kehidupan sosial yang damai dan memperkuat persatuan.
Ia mengajak PCNU SBT menjadi mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat pendidikan keagamaan, menjaga kerukunan, serta membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurut Fachri, pembangunan Seram Bagian Timur membutuhkan kolaborasi dari seluruh elemen. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, pemuda, dan masyarakat.
Ia juga berharap NU tetap menjadi rumah besar yang menyejukkan, menjaga tradisi keislaman yang moderat, serta mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat kerja untuk merumuskan arah kebijakan dan program PCNU Kabupaten Seram Bagian Timur selama lima tahun mendatang.
Rapat kerja tersebut menjadi langkah awal sekaligus ujian pertama bagi kepengurusan baru dalam menerjemahkan semangat khidmat menjadi program yang konkret. Sejumlah bidang strategis, mulai dari penguatan organisasi, dakwah, pendidikan, kaderisasi, sosial hingga pemberdayaan ekonomi umat, diharapkan menjadi perhatian utama.
Dengan kepengurusan baru ini, PCNU Kabupaten Seram Bagian Timur diharapkan tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga semakin dekat dengan masyarakat dan hadir menjawab berbagai persoalan umat di Bumi Ita Wotu Nusa. (***)

















