AMBON, TANASE.ID – Pemerintah Kota Ambon menegaskan bahwa Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bukan sekadar tahapan administratif menuju status PNS, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter, integritas, disiplin dan profesionalisme aparatur dalam melayani masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, S.Sos, saat menghadiri pembukaan Latsar CPNS Pemerintah Kota Ambon di BPSDM Provinsi Maluku, Selasa 15 September 2026.

Sebanyak 240 CPNS Kota Ambon mengikuti Latsar tersebut. Peserta terdiri dari 200 orang Golongan I dan 40 orang Golongan II. Berdasarkan jenis kelamin, tercatat 153 peserta perempuan dan 87 peserta laki-laki.
Dalam arahan Wakil Wali Kota Ambon yang disampaikan pada kesempatan tersebut, Latsar disebut sebagai “kawah candradimuka” bagi para calon aparatur untuk membentuk integritas, disiplin, kompetensi serta karakter dasar sebagai pelayan masyarakat.
Menurutnya, birokrasi saat ini menghadapi perubahan yang semakin cepat. Karena itu, ASN tidak lagi dapat bekerja dengan pola dan cara-cara lama, tetapi harus mampu bertransformasi menjadi birokrat yang lincah, adaptif dan berorientasi pada hasil.
“Di tengah dinamika zaman dan tuntutan birokrasi yang semakin modern, seorang ASN tidak lagi bisa bekerja dengan cara-cara lama. Saudara dituntut bertransformasi menjadi birokrat yang lincah, adaptif, dan berorientasi hasil,” ungkap Ely dalam arahan singkatnya.
Para peserta juga diingatkan untuk menjadikan nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai kompas dalam menjalankan tugas, mulai dari berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif hingga kolaboratif.

Orientasi pelayanan harus diwujudkan dengan memahami dan menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat, tepat dan ikhlas. Sementara sikap akuntabel ditunjukkan melalui kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan dan integritas, termasuk menjauhkan diri dari penyimpangan anggaran maupun penyalahgunaan kewenangan.
ASN juga dituntut terus meningkatkan kompetensi menghadapi perubahan zaman, menjaga keharmonisan di tengah pluralitas masyarakat Kota Ambon, serta menempatkan kepentingan bangsa, negara dan pembangunan daerah di atas kepentingan pribadi.
Selain menanamkan nilai BerAKHLAK, rangkaian Latsar juga diarahkan untuk memperkuat jiwa bela negara. Bagi ASN, bela negara tidak semata-mata dimaknai dengan mengangkat senjata, tetapi diwujudkan lewat kedisiplinan, menjaga persatuan dan kedamaian, bekerja profesional, menolak praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), serta melayani masyarakat tanpa pilih kasih.
Selama mengikuti rangkaian pelatihan, para CPNS diminta memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk menyerap ilmu dari para widyaiswara, membangun jejaring dan kekompakan, menjaga kesehatan serta memperlihatkan sikap dan perilaku yang dapat menjadi teladan.
Pesan penting turut disampaikan kepada seluruh peserta bahwa masa depan birokrasi Pemerintah Kota Ambon berada di pundak generasi ASN yang saat ini sedang ditempa.
“Pemerintah Kota Ambon ada di pundak saudara-saudara sekalian. Kepada para mentor, pelatih dan panitia, saya titipkan para CPNS ini selama satu minggu ke depan untuk dibimbing, dididik dan dibentuk menjadi kader-kader birokrasi yang handal dan bermoral.”
Melalui Latsar tersebut, Pemerintah Kota Ambon ingin melahirkan aparatur yang tidak hanya memiliki kompetensi kerja, tetapi juga berintegritas, memiliki moral yang kuat dan menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai orientasi utama pengabdian.

















