TERNATE, TANASE.ID — Kondisi sepak bola Maluku Utara kembali menjadi sorotan setelah muncul kekecewaan publik terhadap keputusan pemindahan klub Malut United ke Pulau Jawa.
Malut United sebelumnya hadir pada 2023 dan menjadi salah satu pemantik kebangkitan sepak bola Maluku Utara setelah cukup lama mengalami mati suri. Kehadiran klub tersebut sempat membawa harapan baru bagi masyarakat dan pecinta sepak bola di Bumi Moloku Kie Raha.
Namun pada 2026, keputusan pemindahan klub yang dibangun oleh pengusaha asal Ambon, Maluku, David Gleen, memunculkan reaksi dari sebagian masyarakat Maluku Utara. Publik menilai klub yang membawa nama daerah semestinya tetap memiliki keterikatan kuat dengan masyarakat, budaya, dan identitas Maluku Utara.
Di tengah situasi tersebut, pengusaha muda Maluku Utara, Muliansyah, muncul membawa gagasan untuk menghadirkan klub sepak bola baru dengan identitas yang lebih kuat terhadap daerah.
Muliansyah diketahui merupakan pengusaha di sektor pertambangan nikel melalui Batu Group asal Maluku Utara. Ia juga tercatat sebagai Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (BPP KAPMI).
Berdasarkan rilis yang sebelumnya diterima media pada Senin, 21 Juli 2026, Muliansyah menyampaikan keinginannya menghadirkan Malut United versi baru yang tidak sekadar menggunakan nama Maluku Utara, tetapi juga memiliki karakter, filosofi, dan identitas Moloku Kie Raha.
Menurutnya, sudah saatnya klub kebanggaan masyarakat Maluku Utara benar-benar merepresentasikan daerah, mulai dari filosofi klub, kostum hingga sistem pengelolaan dan manajemen.
“Cukup sudah dengan baju lama. Malut United versi baru harus punya karakter Kie Raha,” ujar Muliansyah.
Ia menegaskan, identitas klub nantinya harus mencerminkan kondisi geografis, kebudayaan serta semangat masyarakat Maluku Utara.
“Mulai dari filosofi, kostum hingga manajemennya harus mencerminkan geografi dan budaya daerah. Kenapa? Ini soal harga diri kita,” katanya.
Apabila seluruh rencana berjalan sesuai agenda, klub yang akan dibangun tersebut bakal mengusung nama Malut United Kie Raha.
Gagasan tersebut sekaligus membawa semangat untuk mengembalikan kebanggaan sepak bola Moloku Kie Raha dengan klub yang memiliki akar kuat terhadap masyarakat dan daerah.
Kehadiran Malut United Kie Raha nantinya diharapkan tidak hanya menjadi proyek olahraga, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan serta wadah bagi talenta-talenta muda sepak bola Maluku Utara untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional.



















