Bula , tanase.id – Harapan warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk memiliki pusat kegiatan organisasi di Kabupaten Seram Bagian Timur mulai diwujudkan. Pembangunan Kantor Sekretariat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) SBT resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama.
Peletakan batu pertama dilakukan bersama oleh Bupati Seram Bagian Timur, Fachri Husni Alkatiri, Lc., M.Si.; Rais Syuriyah PWNU Maluku, KH. Abdul Rahman Tuanaya, Lc.; Ketua Tanfidziyah PWNU Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I. Wakil Ketua PWNU Maluku,
Agenda tersebut turut dihadiri Katib Syuriyah PWNU Maluku, Ustaz Chairuddin Talaohu, Lc. H. Abdul Karim Rahantan. S.Ag, M.H, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten SBT, H. Muh. Abduh Ernas, S.Kom., M.Pd.; Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, H.M. Yasir Rumadaul, S.Ag., M.Pd., serta jajaran anggota dan pengurus PCNU Kabupaten Seram Bagian Timur.

Pembangunan kantor sekretariat ini menjadi langkah penting bagi penguatan kelembagaan NU di Kabupaten Seram Bagian Timur. Kantor tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat menjalankan administrasi organisasi, tetapi juga berkembang sebagai pusat kaderisasi, dakwah, pendidikan, kegiatan sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Ketua Tanfidziyah PWNU Maluku, Dr. H. Yamin, mengatakan pembangunan sekretariat merupakan bagian penting dari upaya memperkuat gerakan dan pelayanan NU kepada masyarakat.
“Peletakan batu pertama ini bukan hanya menandai dimulainya pembangunan sebuah gedung. Lebih dari itu, kita sedang meletakkan fondasi bagi penguatan organisasi, kaderisasi, dan pelayanan kepada umat di Kabupaten Seram Bagian Timur,” ujar Yamin kepada media.
Menurutnya, keberadaan kantor sekretariat akan membantu PCNU SBT membangun tata kelola organisasi yang lebih tertib, profesional, dan terarah. Sekretariat tersebut juga diharapkan menjadi rumah bersama bagi seluruh warga Nahdliyin.
“Kantor ini nantinya harus hidup dengan berbagai kegiatan. Jangan sampai bangunannya berdiri megah, tetapi sepi dari aktivitas. Sekretariat harus menjadi pusat gagasan, pendidikan, dakwah, kegiatan sosial, dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Yamin mengajak seluruh jajaran NU, pemerintah daerah, tokoh agama, pengusaha, dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung penyelesaian pembangunan tersebut. Baginya, semangat gotong royong merupakan kekuatan utama dalam membesarkan organisasi.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Seram Bagian Timur dan seluruh pihak yang memberikan dukungan. Pembangunan ini merupakan ikhtiar bersama agar NU semakin kuat dan semakin besar manfaatnya bagi masyarakat,” lanjutnya.
Bupati Seram Bagian Timur, Fachri Husni Alkatiri, menyambut baik dimulainya pembangunan Kantor Sekretariat PCNU SBT. Menurutnya, keberadaan kantor yang representatif akan menunjang berbagai aktivitas organisasi sekaligus memperkuat kontribusi NU dalam pembangunan daerah.
“Pemerintah daerah menyambut baik dan memberikan dukungan terhadap pembangunan Kantor Sekretariat PCNU SBT. Kami berharap tempat ini kelak menjadi pusat kegiatan yang melahirkan gagasan serta program bermanfaat bagi umat dan daerah,” kata Fachri.
Ia menilai NU memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan, memperkuat pendidikan keagamaan, membina generasi muda, dan merawat persatuan di tengah masyarakat yang beragam.
Fachri berharap kantor tersebut dapat dimanfaatkan secara terbuka untuk membangun komunikasi dan kolaborasi antara NU, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat.
“Pembangunan daerah tidak bisa hanya dikerjakan oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat. NU selama ini telah menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan sosial yang damai di Seram Bagian Timur,” ungkapnya.

Bupati juga mengajak masyarakat dan warga Nahdliyin mengawal pembangunan hingga selesai serta memanfaatkan kantor tersebut untuk kegiatan yang produktif.
Peletakan batu pertama menjadi simbol dimulainya pembangunan pusat gerakan NU di Kabupaten Seram Bagian Timur. Namun, tantangan sesungguhnya tidak berhenti pada penyelesaian bangunan fisik.
Kantor tersebut diharapkan menjadi ruang lahirnya program-program yang menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, dakwah, kaderisasi, penguatan moderasi beragama, kegiatan sosial hingga pengembangan ekonomi umat.
Dari batu pertama yang diletakkan hari ini, PCNU SBT mulai membangun lebih dari sekadar kantor. Organisasi ini sedang menyiapkan rumah pengabdian untuk merawat tradisi, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat Bumi Ita Wotu Nusa. (***)















