AMBON, Tanase.id – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, mengajak seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat lintas agama untuk terus memperkuat komitmen menjaga persaudaraan, toleransi, dan kerukunan sebagai fondasi utama pembangunan Kota Ambon.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka secara resmi Dialog dan Temu Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Lintas Agama Kota Ambon yang mengusung tema “Meneguhkan Komitmen Nilai-Nilai Persaudaraan Par Ambon Pung Bae.”
Dalam sambutannya, Ely menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat semangat persaudaraan di tengah keberagaman yang menjadi identitas Kota Ambon.
Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Ambon merupakan modal sosial yang sangat berharga dan harus dijaga sebagai kekuatan pemersatu dalam membangun daerah. Ia mengingatkan bahwa perdamaian yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan bersama yang harus terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi muda melalui dialog, komunikasi, dan saling menghormati.
Wakil Wali Kota juga menilai dialog lintas agama menjadi salah satu upaya konkret dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, khususnya penghormatan terhadap kebebasan beragama, penghargaan terhadap martabat manusia, serta penguatan persatuan Indonesia.

Menghadapi tantangan era digital, Ely mengingatkan masyarakat agar semakin bijak menyikapi informasi di media sosial. Menurutnya, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta berbagai paham yang berpotensi memecah belah persatuan harus diantisipasi bersama.
“Tokoh agama dan tokoh masyarakat memiliki posisi yang sangat strategis sebagai penyejuk, pemersatu, sekaligus teladan dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat memperkuat sinergi dalam membangun sistem deteksi dini terhadap potensi konflik, meningkatkan komunikasi lintas kelompok, serta mengedepankan musyawarah dan dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Ely menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk terus membangun daerah berdasarkan nilai kebersamaan, keadilan, dan inklusivitas sebagaimana tertuang dalam visi “Ambon Manise yang Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan.”
Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal seperti Pela Gandong, Ale Rasa Beta Rasa, dan budaya saling menopang harus terus dijaga sebagai fondasi kohesi sosial masyarakat Ambon. Ia juga menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai cara pandang yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan persatuan tanpa mengurangi keyakinan setiap pemeluk agama.
Ely optimistis, apabila seluruh elemen masyarakat terus menanamkan nilai-nilai persaudaraan dan toleransi, maka Kota Ambon akan semakin kokoh sebagai kota yang damai, inklusif, serta menjadi contoh miniatur kehidupan masyarakat majemuk di Indonesia.
Menutup sambutannya, ia berharap forum dialog tersebut mampu melahirkan berbagai gagasan, rekomendasi, dan komitmen bersama guna memperkuat kerja sama antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kedamaian serta stabilitas Kota Ambon.
Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Wakil Wali Kota Ambon secara resmi membuka kegiatan Dialog Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Lintas Agama di Kota Ambon.



















