JAMBI,-TANASE.ID– Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mendorong setiap kepala daerah termasuk Maluku untuk mengembangkan pola kepemimpinan yang adaptif dengan mengoptimalkan skema pembiayaan kreatif (creative financing), di tengah dinamika ekonomi global.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Workshop tentang Tata Kelola Keuangan Pemerintah Daerah melalui Creative Financing terhadap Pengaruh Efisiensi Tahun 2026 di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, seperti dirilis Pusat Penerangan Kemendagri, Sabtu, (4/7/2026).
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi kunci agar pembangunan daerah tetap berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kita tahu di tengah efisiensi tahun 2026 memang kepala daerah sekarang ini dituntut untuk benar-benar bisa mengimplementasikan apa yang dinamakan adaptive leadership di tengah gejolak eskalasi geopolitik global yang susah diprediksi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, langkah yang dapat ditempuh pemerintah daerah atau Pemda ialah mengoptimalkan pemanfaatan aset yang selama ini belum produktif.
Lahan tidur maupun berbagai fasilitas milik Pemda yang membebani anggaran dapat dikelola melalui kerja sama dengan pihak ketiga sehingga mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia mencontohkan serta menyoroti keberhasilan penerapan creative financing di sejumlah daerah. Satu diantaranya adalah pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api atau GBLA.
Perawatan stadion tersebut dikerjasamakan dengan klub sepak bola Persib Bandung sehingga tidak lagi menjadi beban Pemda, bahkan memberikan manfaat ekonomi.
Menurut dia, Kota Jambi memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan strategi tersebut karena dipimpin oleh kombinasi kepala daerah dengan latar belakang birokrasi dan dunia usaha. Ia menilai, sinergi tersebut dapat menghadirkan berbagai inovasi pembiayaan di luar mekanisme konvensional.
“Jadi kalau bicara creative financing sudah ideal. Jadi, bagaimana lahan tidur yang menjadi aset-aset pemerintah daerah ini benar-benar diberdayakan, ini dapat menghasilkan profit lah ya untuk menambah PAD,”katanya.
Selain itu dia mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Jambi untuk terus memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, langkah tersebut dapat mendorong terwujudnya kemandirian fiskal sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
“Harapan kita tentunya pemberdayaan pihak ketiga juga ikut bertanggung jawab untuk membangun Kota Jambi ini menjadi kota yang tidak hanya berpikir konvensional lagi, tidak terlalu tergantung kepada pemerintah pusat,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, jajaran staf ahli dan asisten di lingkungan Pemerintah Kota Jambi, serta para camat dan lurah se-Kota Jambi. (*)



















