Ambon, tanase.id – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan, tetapi juga diisi dengan doa, zikir dan kepedulian sosial. Umat Islam dan umat Kristen secara bersamaan memanjatkan doa bagi Kota Ambon, Jumat, 4 September 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari jadi ibu kota Provinsi Maluku tersebut.
Umat Islam mengikuti kegiatan “Doa untuk Ambon” yang berlangsung di Gedung Islamic Center Ambon sejak pukul 09.00 WIT. Pada waktu yang sama, umat Kristen juga melaksanakan doa bersama di Gereja Maranatha Ambon, menjadi simbol kuat kebersamaan masyarakat lintas agama dalam mendoakan kota yang dicintai.

Dalam kegiatan di Islamic Center, Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, S.Sos menyampaikan sambutan Pemerintah Kota Ambon. Ia mengajak seluruh masyarakat mensyukuri rahmat dan karunia Allah SWT karena dapat berkumpul dalam suasana damai, penuh kebersamaan dan kekhusyukan.
Menurut Ely, doa bersama dalam rangka HUT ke-451 Kota Ambon harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni keagamaan. Momentum tersebut merupakan pertemuan yang penuh hikmah dan persaudaraan untuk menyatukan hati dalam mendoakan masa depan Kota Ambon.

“Doa bersama untuk Ambon hendaklah kita maknai sebagai sebuah pertemuan penuh berkah, dalam suasana yang penuh hikmah dan persaudaraan yang menyatukan hati kita untuk memanjatkan doa bagi Kota Ambon yang kita cintai,” ungkapnya.
Ia menyebut, Kota Ambon dalam perjalanan pembangunannya masih diperhadapkan dengan berbagai persoalan dan tantangan yang tidak dapat dihindari. Karena itu, selain kerja keras dan ikhtiar, masyarakat diajak untuk tetap mengandalkan kekuatan doa serta memohon petunjuk Tuhan agar setiap tantangan dapat dilewati dengan baik.
Kegiatan doa umat Islam juga dirangkaikan dengan zikir bersama yang dipimpin Ust. Abdurrahman Tuanaya, Lc, Pimpinan Majelis Zikir Syifaul Qulub. Lantunan zikir dan doa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual masyarakat untuk memohon kedamaian, keselamatan, kesejahteraan dan keberkahan bagi Kota Ambon beserta seluruh warganya.

Dalam sambutan tersebut, Pemerintah Kota Ambon juga menegaskan kembali tema peringatan tahun ini, yakni “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju.”
Ely menjelaskan, makna Ambon Bersih tidak sebatas membersihkan lingkungan dari sampah. Lebih luas dari itu, bersih juga berarti membangun tata kelola pemerintahan yang jauh dari praktik tidak jujur serta membersihkan pikiran dan hati dari prasangka yang dapat memecah persaudaraan.
Kesadaran warga menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, menurutnya, menjadi salah satu cerminan kualitas sebuah kota.
Sementara Maluku Sehat menegaskan peran vital Kota Ambon sebagai ibu kota Provinsi Maluku. Kesehatan masyarakat, baik secara fisik, mental maupun sosial, harus menjadi fondasi pembangunan.
“Warga yang sehat akan melahirkan kota yang produktif dan dinamis,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Adapun Indonesia Maju dipandang sebagai muara dari berbagai kontribusi yang dilakukan dari daerah. Setiap langkah kecil untuk menjaga kebersihan dan kesehatan Kota Ambon diyakini akan memberi dampak terhadap kemajuan Maluku dan pada akhirnya berkontribusi bagi Indonesia.
Doa yang dinaikkan dalam kesempatan tersebut secara khusus memohon agar kedamaian, keamanan dan kerukunan antarumat beragama di Kota Ambon terus terjaga, para pemimpin diberikan hikmat dan integritas dalam melayani masyarakat, seluruh warga dianugerahi kesehatan dan kesejahteraan, serta Kota Ambon dijauhkan dari segala bentuk bencana dan marabahaya.
Ely juga mengajak seluruh komponen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pemuda, kaum perempuan, organisasi masyarakat hingga pelaku usaha, untuk bergandengan tangan membangun Kota Ambon.
Menurutnya, pembangunan kota tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan partisipasi aktif serta kesadaran kolektif seluruh warga untuk membawa Ambon ke arah yang lebih baik.
Nuansa kepedulian sosial turut mewarnai kegiatan tersebut. BAZNAS Kota Ambon membagikan 50 paket bantuan sembako kepada para mustahik. Penyerahan bantuan menjadi wujud nyata bahwa peringatan HUT Kota Ambon tidak hanya diwujudkan melalui doa, tetapi juga lewat kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pelaksanaan doa umat Islam di Islamic Center dan doa umat Kristen di Gereja Maranatha pada waktu yang sama juga menghadirkan pesan tersendiri bagi perjalanan Kota Ambon. Di tengah perbedaan keyakinan, masyarakat bertemu dalam satu tujuan yang sama: memohon keselamatan dan kebaikan bagi kota.
Pemerintah Kota Ambon berharap semangat persaudaraan tersebut terus dipelihara sebagai kekuatan bersama untuk menjaga Ambon tetap aman, damai, bersih dan harmonis.

Di penghujung sambutan, Ely menyampaikan apresiasi kepada para tokoh agama dan seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam kegiatan spiritual tersebut serta berharap setiap langkah baik bagi Kota Ambon senantiasa mendapat rahmat dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Dirgahayu Kota Ambon ke-451. Beta Par Ambon, Ambon Par Samua.”



















