AMBON, TANASE.ID – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, S.Sos, mendorong penguatan ekonomi masyarakat sekaligus pelestarian lingkungan melalui pengembangan kawasan wisata Pantai Galala.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen Universitas Terbuka (UT) Ambon dengan tema “Penguatan UMKM Wisata Pantai melalui Booth Kontainer dan Optimalisasi Pengolahan Sampah Berbasis Komposter di Kawasan Pantai Galala Kota Ambon.”

Ely mengatakan, kawasan pantai memiliki potensi ekonomi yang besar dan dapat menjadi ruang tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Keberadaan pelaku UMKM, mulai dari usaha kuliner, minuman, produk lokal hingga jasa pendukung pariwisata, dinilai menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, pengembangan ekonomi wisata tidak dapat dipisahkan dari perhatian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Pantai yang ramai dikunjungi wisatawan harus tetap bersih, tertata, dan nyaman. Sebaliknya, lingkungan yang terjaga akan meningkatkan daya tarik kawasan wisata dan pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah di kawasan pantai. Pengolahan sampah berbasis komposter, kata Ely, memberikan pendekatan berbeda terhadap persoalan sampah karena sampah tidak semata-mata dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat dikelola sejak dari sumbernya.

“Khususnya sampah organik, dapat diolah menjadi kompos yang memiliki manfaat bagi lingkungan,” jelasnya.
Ely menilai kegiatan PKM yang dilaksanakan Universitas Terbuka Ambon menjadi momentum penting karena mempertemukan dua kepentingan besar, yakni penguatan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan.
“Dalam membangun pariwisata Kota Ambon, pendekatan seperti ini perlu terus kita kembangkan,” katanya.
Pemkot Dorong UMKM Jadi Pelaku Utama Pariwisata
Lebih lanjut, Ely menegaskan Pemerintah Kota Ambon terus mendorong agar pembangunan pariwisata memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM, pendampingan pelaku usaha, pemberian booth kontainer dan etalase, hingga bantuan modal usaha secara tunai.
“Jangan sampai masyarakat kita hanya menjadi penonton dari berkembangnya kawasan wisata, tetapi menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat dari perkembangan tersebut,” tegasnya.
Ia berharap pelaku UMKM di kawasan Pantai Galala dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan pendampingan yang diberikan melalui kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Ely juga mengingatkan para pelaku usaha untuk menjaga kebersihan tempat usaha, meningkatkan kualitas pelayanan, memperhatikan kebersihan makanan dan minuman, serta terus melakukan inovasi agar produk yang ditawarkan memiliki nilai tambah dan mampu menjadi bagian dari pengalaman wisatawan ketika berkunjung ke Pantai Galala.

Apresiasi untuk Universitas Terbuka Ambon
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kota Ambon turut memberikan apresiasi kepada Universitas Terbuka Ambon, khususnya para dosen yang memilih kawasan Pantai Galala sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Ely, perguruan tinggi tidak hanya memiliki peran dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus hadir secara nyata memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia berharap kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan UMKM, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, serta peningkatan kualitas kawasan Pantai Galala sebagai salah satu ruang wisata di Kota Ambon.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Kota Ambon yang semakin maju, bersih, nyaman, dan berkelanjutan,” pungkasnya.



















