JAKARTA, TANASE.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menetapkan susunan Dewan Komisaris dan Direksi yang berlaku terhitung mulai tanggal 27 Juli 2026. Dalam susunan tersebut, tiga putra Maluku mendapat kepercayaan untuk menduduki posisi strategis di perusahaan pelabuhan milik negara itu.
Ketiga putra Maluku tersebut adalah Hambra Samal yang dipercaya sebagai Komisaris Pelindo, Farid Padang sebagai Direktur Komersial, serta Muhammad Suriawan Wakan sebagai Direktur Teknik.
Masuknya tiga figur asal Maluku dalam jajaran pimpinan Pelindo menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Maluku. Kepercayaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sumber daya manusia asal daerah mampu mengambil peran penting dalam pengelolaan perusahaan berskala nasional.
Berdasarkan susunan terbaru, Dewan Komisaris Pelindo dipimpin Agus Suhartono sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen, didampingi Suntana sebagai Wakil Komisaris Utama.
Jajaran komisaris lainnya terdiri atas Rakhman Fuadhy Kurniawan dan Maximianus Puguh Djiwanto sebagai Komisaris Independen. Selanjutnya, Arief Poyuono dan Jodi Mahardi menjabat komisaris, sedangkan Ilhamsyah dipercaya sebagai Komisaris Independen.
Selain itu, Elwi Danil, Ubaidillah Amin dan Hambra Samal juga menempati posisi sebagai Komisaris Pelindo. Susunan tersebut tercantum dalam laman resmi manajemen Pelindo.
Sementara itu, jajaran Direksi Pelindo dipimpin Achmad Muchtasyar sebagai Direktur Utama dan Drajat Sulistyo sebagai Wakil Direktur Utama.
Hendri Ginting dipercaya sebagai Direktur Hubungan Lembaga, Bachtiar Soeria Atmadja sebagai Direktur Keuangan, Farid Padang sebagai Direktur Komersial, dan Boy Robyanto sebagai Direktur Manajemen Risiko.
Selanjutnya, Prasetyadi menduduki jabatan Direktur Operasi, Prasetyo sebagai Direktur Pengembangan Usaha, Dwi Fatan Lilyana sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum, serta Muhammad Suriawan Wakan sebagai Direktur Teknik.
Kehadiran Hambra Samal, Farid Padang dan Muhammad Suriawan Wakan di jajaran pimpinan Pelindo diharapkan dapat membawa semangat baru sekaligus memperkuat perhatian terhadap pembangunan konektivitas dan pelayanan kepelabuhanan di kawasan timur Indonesia, termasuk Maluku.
Kepercayaan tersebut juga diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda Maluku untuk terus meningkatkan kompetensi, integritas dan profesionalisme agar mampu berkontribusi di berbagai lembaga strategis nasional.



















