AMBON, TANASE.ID – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, S.Sos, menghadiri agenda Penyambutan dan Pengenalan Lingkungan Akademik bagi mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Maluku, Selasa, 29 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula LPMP Provinsi Maluku tersebut menjadi bagian dari rangkaian awal penerimaan mahasiswa baru sekaligus menjadi ruang pengenalan terhadap lingkungan akademik, nilai-nilai pendidikan, serta tanggung jawab mahasiswa sebagai bagian dari generasi penerus pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Ely Toisutta juga didaulat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Maluku. Ia membawakan materi bertajuk “Perempuan sebagai Kekuatan Peradaban.”
Tema tersebut mengangkat posisi strategis perempuan dalam perjalanan kehidupan sosial, pendidikan, pembangunan, hingga pembentukan generasi masa depan.
Di hadapan para mahasiswa, Ely menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun peradaban. Perempuan bukan hanya menjadi bagian dari kehidupan keluarga dan masyarakat, tetapi juga memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan, pemerintahan, sosial, ekonomi, politik, maupun berbagai sektor pembangunan lainnya.

Menurut Ely, perkembangan zaman menuntut perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas pengetahuan, membangun kepercayaan diri, serta mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan.
Pendidikan, kata dia, menjadi salah satu fondasi utama yang dapat membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang dan mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat.
Karena itu, mahasiswa perempuan diharapkan tidak hanya datang ke kampus untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadikan masa perkuliahan sebagai proses membangun karakter, memperkuat kemampuan berpikir, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Ely juga mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan sebaik-baiknya.

Kampus, menurutnya, bukan hanya tempat menerima materi dari dosen. Lebih dari itu, lingkungan perguruan tinggi menjadi ruang untuk belajar berpikir kritis, membangun jejaring, berdiskusi, berorganisasi, serta membentuk kepribadian dan karakter kepemimpinan.
Dalam konteks perempuan sebagai kekuatan peradaban, Ely melihat bahwa kemajuan suatu daerah maupun bangsa tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya perempuan.
Perempuan yang mendapatkan akses pendidikan, memiliki pengetahuan, serta diberi ruang untuk berkembang akan mampu memberikan kontribusi besar bagi keluarga, masyarakat, daerah, dan bangsa.
Peran perempuan juga semakin penting di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat.
Generasi muda, termasuk mahasiswa perempuan, dituntut tidak hanya menjadi pengguna perkembangan zaman, tetapi juga mampu tampil sebagai pelaku perubahan yang melahirkan gagasan, inovasi, dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kuliah umum tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Maluku agar sejak awal perkuliahan memiliki orientasi yang jelas terhadap masa depan.
Mahasiswa diharapkan mampu menjaga semangat belajar, disiplin, serta terus mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik selama menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.
Selain memberikan kuliah umum, kehadiran Wakil Wali Kota Ambon dalam agenda tersebut juga mencerminkan pentingnya hubungan dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan institusi pendidikan tinggi.
Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, sementara pemerintah daerah membutuhkan generasi muda yang memiliki kompetensi, kreativitas, karakter, dan kepedulian terhadap persoalan di tengah masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dinilai menjadi bagian penting dalam membangun Kota Ambon dan Maluku ke depan.
Mahasiswa sebagai kaum intelektual muda juga memiliki tanggung jawab untuk ikut memberikan kontribusi melalui pemikiran, penelitian, inovasi, maupun kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Momentum penyambutan dan pengenalan lingkungan akademik tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Maluku untuk menjalani kehidupan kampus dengan semangat baru.
Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyelesaikan pendidikan secara akademik, tetapi juga diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki integritas, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, dan keberanian mengambil peran dalam pembangunan.
Melalui materi “Perempuan sebagai Kekuatan Peradaban,” Ely Toisutta juga membawa pesan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, memimpin, serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
Perempuan dengan pendidikan yang baik dan karakter yang kuat dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam menciptakan perubahan positif.
Kehadiran mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Maluku, menurut semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, bukan sekadar memasuki jenjang pendidikan baru, tetapi juga memasuki fase pembentukan diri sebagai generasi yang kelak memegang peranan di tengah masyarakat.
Karena itu, dunia kampus diharapkan mampu menjadi ruang yang melahirkan generasi muda Maluku yang cerdas, berkarakter, kreatif, serta memiliki komitmen untuk ikut membangun daerah.
Agenda Penyambutan dan Pengenalan Lingkungan Akademik mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Maluku pada Selasa, 29 September 2026 tersebut pun menjadi momentum penting untuk menanamkan semangat belajar sekaligus memperkuat kesadaran mahasiswa tentang peran besar generasi muda, termasuk perempuan, dalam menentukan arah peradaban di masa depan.

















