AMBON,-TANASE.ID– Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957 Provinsi Maluku kembali memperkuat kolaborasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Sinergi yang telah terjalin selama ini menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda di Provinsi Maluku.
Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, Jumat (10/7/2026), dua Wakil Ketua BMK 1957 Provinsi Maluku, Yoris Elden Mantouw dan Gani Lekahena, mendatangi Kantor BPVP Ambon untuk menyerahkan berkas pendaftaran calon peserta pelatihan. Penyerahan berkas tersebut merupakan bagian dari tahapan administrasi sebelum pelatihan resmi dimulai.
Dalam kesempatan itu, Yoris dan Gani menyampaikan apresiasi kepada BPVP Ambon atas sinergi yang selama ini terjalin dengan baik. Mereka mewakili Ketua BMK 1957 Provinsi Maluku Friady Toisuta, Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Provinsi Maluku Ely Toisuta, S.Sos., serta Ketua Dewan Pembina Umar Lessy, yang menilai kolaborasi tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Yoris mengatakan, BMK 1957 Provinsi Maluku akan terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BPVP Ambon.
“BMK 1957 akan terus bergerak menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pelatihan vokasi menjadi salah satu upaya nyata untuk meningkatkan kompetensi pemuda agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri,” ujar Yoris.
Program pelatihan yang difasilitasi BPVP Ambon memberikan berbagai keuntungan bagi peserta karena seluruh proses pelatihan diselenggarakan secara gratis oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI. Peserta akan memperoleh pembelajaran berbasis praktik langsung (hands-on training), didampingi instruktur berpengalaman, serta berkesempatan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh Sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai pengakuan resmi atas keahlian yang dimiliki.
Selain itu, materi pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan dunia kerja dan potensi daerah sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal sekaligus membuka peluang kerja dan kewirausahaan bagi masyarakat, khususnya kalangan pemuda di Maluku.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan ini, BMK 1957 Provinsi Maluku berharap semakin banyak generasi muda memanfaatkan kesempatan mengikuti pelatihan vokasi sebagai bekal meningkatkan keterampilan, memperluas peluang kerja, serta membangun masa depan yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing.



















