TANASE.ID, AMBON – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder), Jumat (6/11/2026), di Gedung Vlissingen, Kota Ambon.
Rapat tersebut difokuskan pada implementasi SIKENDALI Ambon (Sinergitas Kendali Inflasi dan Neraca Logistik Ambon), sebuah sistem berbasis digital yang dirancang untuk memperkuat pemantauan stok, pasokan, harga dan distribusi barang, sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi di Kota Ambon.
Dalam arahannya, Toisutta menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh stakeholder dalam memenuhi standar penginputan data digital yang terintegrasi. Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Hotel Manise yang telah memperkenalkan aplikasi SIKENDALI Ambon.
“Tujuan rapat koordinasi kita hari ini tidak lain adalah bagaimana kita bekerja bersama-sama untuk memenuhi standar penginputan data berbasis digital. Hari ini kita akan mencoba langsung teknis penginputannya,” ujar Toisutta.
Ia berharap seluruh stakeholder, termasuk distributor, Perum Bulog, BMKG, BPS dan instansi teknis lainnya, dapat terlibat aktif dalam proses integrasi data. Menurutnya, keterhubungan informasi dari berbagai sumber menjadi kunci agar SIKENDALI Ambon mampu menyajikan gambaran kondisi pasar secara komprehensif dan aktual.
Toisutta juga menekankan pentingnya validitas data yang disampaikan setiap stakeholder kepada pemerintah daerah. Data tersebut dibutuhkan untuk membaca indikasi inflasi, baik dalam jangka waktu satu minggu, satu bulan maupun periode berikutnya, sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih awal.
“Data yang kita butuhkan adalah data yang betul-betul valid. Prinsip utama kita adalah datanya benar, analisisnya tepat, keputusannya lebih cepat, dan intervensinya juga lebih cepat,” tegasnya.
Untuk mendukung keberlanjutan sistem, setiap akun distributor nantinya memiliki person in charge (PIC) yang bertanggung jawab melakukan penginputan data. Toisutta meminta agar penunjukan PIC dilakukan secara konsisten sehingga proses pelaporan berjalan tertib dan akurat.
Jika terjadi pergantian petugas, ia mengingatkan agar dilakukan serah terima informasi secara lengkap, sehingga tidak mengganggu kesinambungan data yang masuk ke aplikasi.
Lebih lanjut, Toisutta menjelaskan bahwa distributor memiliki posisi strategis dalam memberikan informasi mengenai stok, pasokan, harga dan distribusi barang. Informasi tersebut menjadi salah satu sumber utama bagi pemerintah dalam memahami dinamika pasar secara nyata.
Melalui SIKENDALI Ambon, pemerintah daerah diharapkan dapat mendeteksi lebih dini potensi kelangkaan barang, keterlambatan pasokan, penumpukan stok maupun tekanan kenaikan harga. Dengan demikian, langkah intervensi dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur.
“Begitu data diinput, kita sudah bisa membaca apakah terjadi kelangkaan, penumpukan atau kenaikan harga. Dari data itulah kita dapat melakukan deteksi dini dan mengambil langkah pengendalian inflasi,” jelasnya.
Implementasi SIKENDALI Ambon diharapkan menjadi instrumen strategis dalam memperkuat koordinasi TPID, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di Kota Ambon.
Pemerintah Kota Ambon menaruh harapan besar agar sinergi seluruh stakeholder dalam sistem ini dapat menjadi fondasi pengendalian inflasi yang lebih responsif, berbasis data dan berkelanjutan.

Dengarkan Berita Ini
TANASE AUDIO · Pembaca berita otomatis
Tekan Putar untuk mendengarkan judul dan isi berita.



