TANASE.ID,-AMBON– Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman mengatakan stabilitas keamanan dan kepastian hukum menjadi fondasi investasi berkelanjutan.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Maluku Business Forum 2026 yang mengusung tema “Forum Energy Potential to Sustainable Prosperity”, dengan subtema “Dinamisasi Ekosistem Energi Maluku Melalui Optimalisasi Potensi, Hilirisasi Industri dan Investasi Strategis untuk Pembangunan Nasional Berkelanjutan”.
Forum strategis yang diselenggarakan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wilayah Maluku ini berlangsung di kota Ambon, Minggu malam (1/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Dr. (H.C) H. Muhammad Jusuf Kalla, Ketua Umum MPP ICMI Prof. Dr. Arif Satria, serta sejumlah tokoh nasional, pimpinan daerah, akademisi, dan pelaku industri energi.
Dalam perspektif keamanan dan pembangunan daerah, Wakapolda menegaskan stabilitas keamanan dan kepastian hukum merupakan faktor penting yang mendukung kepercayaan investor sekaligus keberlanjutan pembangunan ekonomi.
“Maluku memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan strategis bagi pembangunan nasional. Potensi tersebut perlu dikelola secara optimal melalui investasi yang produktif dan berkelanjutan. Dalam proses itu, stabilitas keamanan, kepastian hukum, serta sinergi seluruh elemen masyarakat menjadi fondasi penting agar kegiatan investasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Budiman.
Menurutnya, Polri memiliki peran dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), memberikan perlindungan kepada masyarakat, serta memastikan penegakan hukum berjalan secara profesional dan berkeadilan.
Lingkungan yang aman dan kondusif tidak hanya memberikan rasa nyaman bagi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu prasyarat bagi dunia usaha untuk mengembangkan kegiatan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan mendorong pertumbuhan investasi di daerah.
Maluku Business Forum 2026 menjadi ruang dialog strategis untuk mempertemukan gagasan, kepentingan, dan peluang kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan potensi unggulan daerah, khususnya energi, kelautan, perikanan, serta sektor industri potensial lainnya.
Melalui forum tersebut, pengembangan sumber daya alam tidak hanya diarahkan pada pemanfaatan bahan mentah, tetapi juga pada penguatan hilirisasi industri agar menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.
Hilirisasi diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi yang lebih luas, meningkatkan daya saing daerah, membuka kesempatan kerja, memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.