AMBON,-TANSE.ID– Peran Bhayangkari tidak hanya menjadi pendamping anggota Polri, tetapi juga memiliki kontribusi strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga, memberdayakan perempuan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. 
Pesan tersebut menjadi perhatian utama Kapolda Maluku Irjen Pol Suwondo Nainggolan dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-70 Tahun 2026 yang mengusung tema “Bhayangkari Berdaya, Berkarya dan Berdampak bagi Sesama".
Kegiatan yang dilaksanakan di gedung plaza presisi Polda Maluku, Jumat (30/10/2026) ini dihadiri Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, Novi Suwondo Nainggolan. Turut hadir Wakapolda dan Para Pejabat Utama Polda serta pengurus Bhayangkari.
Kapolda Irjen Suwondo mengatakan, peringatan HKGB ke-70 harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan kontribusi Bhayangkari dalam mendukung tugas Polri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kberhasilan pelaksanaan tugas anggota Polri, kata Suwondo, tidak terlepas dari dukungan keluarga, khususnya peran istri yang menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga, menjaga keseimbangan kehidupan rumah tangga, serta memberikan dukungan moral bagi suami dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Peran Bhayangkari tidak berhenti pada dukungan terhadap keluarga besar Polri. Organisasi ini juga memiliki ruang kontribusi yang luas untuk mengembangkan potensi anggotanya dan menghadirkan berbagai kegiatan yang berdampak positif bagi lingkungan sosial.
"Saya berharap Bhayangkari terus menjadi organisasi yang berdaya, mampu mengembangkan potensi anggotanya, menghasilkan karya yang bermanfaat, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat," pintanya. 
Dukungan Bhayangkari merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mendukung pengabdian Polri kepada bangsa dan negara. Bhayangkari didorong untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan kreativitas, serta mengembangkan kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia mengatakan, tantangan kehidupan sosial yang semakin kompleks membutuhkan peran keluarga dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun lingkungan yang sehat, harmonis, produktif, dan penuh kepedulian.
Pada kesempatan yang sama Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Novi Suwondo Nainggolan menegaskan, tema HKGB ke-70, “Bhayangkari Berdaya, Berkarya dan Berdampak bagi Sesama”, mengandung pesan penting agar seluruh anggota Bhayangkari terus meningkatkan kapasitas diri dan menjadikan organisasi sebagai ruang untuk berkarya serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, menjadi Bhayangkari bukan hanya tentang mendampingi suami dalam menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga tentang bagaimana setiap anggota mampu mengembangkan potensi, meningkatkan kepedulian sosial, dan mengambil bagian dalam kegiatan positif di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
"Bhayangkari harus terus bertumbuh menjadi perempuan yang berdaya, mandiri, kreatif, dan produktif. Kita tidak hanya dituntut untuk mampu berkarya, tetapi juga memastikan bahwa setiap karya dan kegiatan yang dilakukan dapat memberikan manfaat serta dirasakan oleh orang lain," ungkap Novi.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota Bhayangkari di wilayah Maluku untuk menjadikan HKGB ke-70 sebagai momentum memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas organisasi, serta memperluas kepedulian terhadap sesama.
Berbagai kegiatan di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan keluarga harus terus dikembangkan sebagai bentuk kontribusi nyata Bhayangkari dalam mendukung pembangunan masyarakat.
"Melalui semangat kebersamaan dan kepedulian, saya berharap Bhayangkari Daerah Maluku semakin solid, semakin aktif berkarya, dan semakin banyak menghadirkan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi keluarga besar Polri maupun masyarakat luas," tambahnya.