Mengusung tema “Menghidupkan Tradisi, Mengembangkan Potensi Negeri Berdampak, Mari Kasi Pono dan Kasi Rame”, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi budaya dan kuliner Negeri Laha sekaligus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat.
Salah satu agenda dalam kegiatan itu adalah penyerahan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada enam kelompok perwakilan masyarakat Negeri Laha.
Kepemilikan NIB diharapkan dapat memperkuat legalitas usaha sekaligus membuka akses pelaku UMKM terhadap pembinaan, pendampingan hingga peluang pengembangan dan pembiayaan usaha.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Maluku menegaskan bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Menurutnya, keterlibatan organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan serta seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat pembangunan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Pemerintah tentu hadir untuk melengkapi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk membantu pengurusan perizinan usaha. Namun, seluruh organisasi, baik organisasi kemasyarakatan maupun organisasi keagamaan, juga diharapkan mengambil bagian dalam upaya memajukan dan menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.
UMKM Diminta Tertib Kelola Keuangan
Wagub juga mengingatkan para pelaku UMKM agar tidak hanya berorientasi pada produksi dan penjualan, tetapi mulai membangun tata kelola usaha yang lebih baik.
Pencatatan modal, biaya bahan baku, biaya produksi hingga hasil penjualan dinilai penting agar kondisi keuangan usaha dapat diketahui secara jelas.
“Kalau berbelanja beras berapa, cabai berapa, semuanya harus dihitung dan dicatat. Begitu juga hasil penjualannya. Ini penting karena ketika pelaku UMKM ingin mengakses pembiayaan atau mengajukan kredit ke perbankan, administrasi usaha harus tersedia dan memenuhi standar yang dibutuhkan,” pesannya.
Menurutnya, administrasi usaha yang tertib menjadi salah satu fondasi penting agar UMKM dapat berkembang secara sehat, profesional dan berkelanjutan.
Kuliner Laha Punya Potensi Tarik Pengunjung
Selain penguatan sektor UMKM, Wakil Gubernur turut menyoroti potensi kuliner dan tradisi yang dimiliki Negeri Laha.
Salah satunya adalah nasi kelapa, kuliner khas yang dinilai memiliki daya tarik tersendiri untuk mendatangkan masyarakat dari berbagai wilayah.
Namun, pengembangan potensi tersebut harus dibarengi dengan terciptanya lingkungan yang aman, tertib dan nyaman bagi setiap pengunjung.
“Yang kita harapkan adalah semakin banyak orang datang ke sini dan berbelanja. Potensi kuliner seperti nasi kelapa sudah menjadi daya tarik tersendiri. Tetapi, yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menciptakan kenyamanan bagi setiap orang yang berkunjung,” katanya.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang datang, aktivitas ekonomi warga diharapkan ikut meningkat, terutama melalui penjualan kuliner dan berbagai produk UMKM lokal.
Ajak Masyarakat Rawat Harmoni di Maluku
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan dan merawat harmoni antarumat beragama di Maluku.
Menurutnya, rasa saling percaya di tengah keberagaman merupakan modal sosial penting untuk menjaga keamanan daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Orang Islam harus terus percaya kepada saudara-saudara non-Islam, begitu juga sebaliknya. Inilah yang saya sebut sebagai merawat harmoni antarumat beragama di Maluku. Persaudaraan dan rasa saling percaya harus terus kita jaga,” tegasnya.
Ia menambahkan, keamanan dan kerukunan bukan hanya menjadi tugas pemerintah maupun aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
Situasi daerah yang aman dan harmonis dinilai akan memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk bekerja, berusaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Karena itu, semangat persaudaraan harus terus diperkuat sebagai gerakan bersama dalam menjaga Maluku tetap aman, damai dan produktif.
Ditutup dengan Peninjauan Stan UMKM
Rangkaian kegiatan Sahari Dilahasuang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stan-stan UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan masyarakat Negeri Laha.
Kegiatan ditutup dengan makan bersama menikmati nasi kelapa dan ikan bakar colo-colo, kuliner khas masyarakat setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Saadiah Uluputty, Ketua DPW LASQI Provinsi Maluku, Danlanud Pattimura, anggota DPRD Provinsi Maluku, Wali Kota Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon, Sekretaris Kota Ambon, Ketua TP-PKK Kota Ambon, Ketua DPD Perempuan Indonesia Maju Provinsi Maluku, Raja Negeri Laha, pimpinan instansi vertikal serta masyarakat Negeri Laha.
Melalui kegiatan tersebut, potensi budaya, kuliner dan UMKM Negeri Laha diharapkan semakin berkembang serta mampu memperkuat kolaborasi pemerintah, organisasi masyarakat dan warga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Maluku.




