TANASE.ID, AMBON – Pemerintah Kota Ambon mempercepat pengawasan obat dan makanan yang beredar di masyarakat. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diminta bergerak lebih proaktif, memperkuat koordinasi, dan tidak menunggu instruksi dalam memenuhi target program pemerintah pusat.
Penegasan itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kota Ambon, Robby Sapulette, saat membuka rapat evaluasi Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM) Semester I Tahun 2026, di Ruang Rapat Vlisingen, Lantai II Balai Kota Ambon, Kamis (16/7/2026).
Robby menegaskan, pengawasan obat dan makanan tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kerja kolaboratif antara Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) dengan pemerintah daerah, terutama OPD teknis yang memiliki kewenangan langsung dalam pelaksanaan pengawasan.
“Hari ini kita mengevaluasi bersama dengan harapan besar bahwa seluruh program ini menjadi kerja kolaborasi dan sinergi antara Balai POM dan pemerintah daerah. Khususnya OPD teknis terkait yang memiliki kewenangan penuh dalam melakukan pengawasan,” ujarnya.
Menurut Robby, percepatan pelaksanaan program menjadi penting agar Kota Ambon mampu memenuhi target kinerja dan tidak tertinggal dari daerah lain. Karena itu, Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian sebagai sektor utama diminta mengambil peran lebih aktif dalam memenuhi berbagai indikator dan instrumen penilaian yang ditetapkan Balai POM.
Ia mengingatkan, seluruh OPD terkait harus meninggalkan pola kerja pasif, termasuk dalam pengisian data dan pemenuhan indikator program. Langkah cepat dan responsif dinilai menjadi kunci, mengingat evaluasi dan penilaian pemerintah pusat memiliki batas waktu yang harus dipenuhi.
Dalam rapat tersebut, Kepala Balai POM Ambon, Tamran Ismail, bersama jajaran turut memaparkan capaian pelaksanaan program sepanjang Januari hingga Juni 2026, sekaligus mengidentifikasi sejumlah agenda yang membutuhkan tindak lanjut segera.
Evaluasi semester pertama ini diharapkan tidak sekadar menjadi forum pelaporan, tetapi melahirkan komitmen konkret dan langkah bersama dalam memperkuat pengawasan obat serta makanan di Kota Ambon.
Pada akhirnya, sinergi pemerintah daerah dan Balai POM menjadi bagian penting dalam memastikan produk obat dan makanan yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan kesehatan, sekaligus melindungi masyarakat dari risiko yang dapat membahayakan keselamatan.