TANASE.ID, AMBON – Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di lima lokasi berbeda pada 15–22 Juli 2026. Program ini menjadi langkah antisipatif pemerintah daerah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ambon, Muhammad Abdul Aziz, menjelaskan, GPM merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga keseimbangan harga pangan, baik di tingkat produsen maupun konsumen.
Program tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani, peternak, kelompok tani, asosiasi, distributor pangan hingga Perum BULOG guna memastikan ketersediaan komoditas di tengah masyarakat.
“Kegiatan Gerakan Pangan Murah dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan ini dapat dilaksanakan oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga pelaku usaha. Sumber pasokan pangan kami melibatkan seluruh pihak terkait untuk memastikan ketersediaan komoditas,” jelas Abdul Aziz.
Kota Ambon menjadi salah satu daerah prioritas pelaksanaan GPM. Secara nasional, program ini menyasar 38 ibu kota provinsi serta 150 kabupaten/kota yang menjadi barometer inflasi atau Indeks Harga Konsumen (IHK).
Pelaksanaan GPM di Kota Ambon dimulai Rabu, 15 Juli 2026, di halaman Kantor Negeri Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon. Kegiatan berlanjut Kamis, 16 Juli, di halaman Kantor Desa Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon Baguala, kemudian Senin, 20 Juli, di halaman Kantor Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan.
Selanjutnya, Selasa, 21 Juli, GPM digelar di halaman Masjid Nurul Mujahidin, Jalan Permi, belakang RST, Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe. Rangkaian kegiatan ditutup Rabu, 22 Juli, di halaman Masjid Nurulnissa, Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau.
Berbagai kebutuhan pangan disiapkan dalam program tersebut, mulai dari cabai merah keriting, cabai rawit merah, tomat, bawang merah, bawang putih, hingga aneka sayuran segar yang dipasok petani dan peternak. Sementara komoditas pangan pokok seperti beras SPHP, gula konsumsi, telur ayam ras, minyak goreng, serta ikan disediakan distributor, BULOG, dan Dinas Perikanan Kota Ambon.
Pemkot Ambon memastikan harga komoditas yang dijual dalam GPM berada di bawah harga pasar. Beras SPHP ukuran lima kilogram dijual Rp60.000, minyak goreng Rp17.000 per liter, gula pasir Rp17.000 per kilogram, telur ayam Rp40.000 per rak, dan ikan segar Rp15.000 per kilogram.
Bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp25.000 per kilogram, cabai rawit Rp40.000 per kilogram, cabai keriting Rp35.000 per kilogram, tomat Rp15.000 per kilogram, serta sayuran segar seperti bayam, sawi, dan kangkung Rp5.000 per ikat.
Melalui penyediaan pangan dengan harga terjangkau tersebut, Pemkot Ambon berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, kebutuhan bahan pokok terpenuhi, serta tekanan inflasi daerah dapat dikendalikan. Gerakan Pangan Murah sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang aman, tersedia, dan terjangkau.
LAPORAN TANASE.ID
Pemkot Ambon Gelar Gerakan Pangan Murah di Lima Lokasi
TANASE.ID, AMBON – Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di lima lokasi berbeda pada 15–22 Juli 2026. Program ini menjadi langkah antisipatif pemerintah daerah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat…

Dengarkan Berita Ini
TANASE AUDIO · Pembaca berita otomatis
Tekan Putar untuk mendengarkan judul dan isi berita.



