TANASE.ID, AMBON – Deru mesin dan adrenalin pembalap menjadi daya tarik tersendiri di Kota Ambon. Wali Kota Ambon sekaligus Ketua KONI Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, berharap olahraga otomotif tidak hanya menjadi arena adu kecepatan, tetapi juga berkembang sebagai atraksi wisata dan wadah prestasi generasi muda.
Harapan itu disampaikan Bodewin saat membuka Ekano Family Racing: Drag Bike & Drag Race 2026 di Sirkuit Non-Permanen Transit Paso, Ambon, Jumat (17/7/2026).
Bodewin mengapresiasi panitia pelaksana, Pemerintah Negeri Paso, Badan Saniri Negeri, serta para sponsor yang telah berkolaborasi menghadirkan kejuaraan otomotif tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi ruang positif untuk merangkul komunitas dan pelaku olahraga otomotif, baik roda dua maupun roda empat.
“Selaku Kepala Pemerintahan sekaligus Ketua KONI Kota Ambon, saya berharap ajang seperti ini mampu menjadi wadah positif untuk merangkul seluruh komunitas dan pelaku olahraga otomotif, baik roda dua maupun roda empat di kota ini,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, Bodewin menilai penyelenggaraan event otomotif secara resmi dan berkelanjutan menjadi salah satu cara menjawab aspirasi para pembalap lokal sekaligus mengurangi potensi balap liar di jalan raya.
Di sisi lain, event otomotif juga dinilai memiliki efek berganda bagi sektor pariwisata. Kehadiran perlombaan dan atraksi menarik dapat memperkenalkan Ambon kepada masyarakat luar sekaligus mendorong kunjungan wisatawan.
“Katong ingin merangsang kota ini agar terus menghadirkan atraksi dan perlombaan yang menarik. Event seperti ini efektif membantu memperkenalkan Kota Ambon ke dunia luar sekaligus menarik kunjungan wisatawan ke sini,” tambahnya.
Bodewin turut mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Ambon untuk menghadirkan agenda tahunan Reli Wisata menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kota Ambon. Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut akan diperkuat dengan koordinasi bersama panitia, terutama terkait ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
Ia menegaskan, reli wisata bukan ajang adu kecepatan, melainkan kompetisi berbasis ketepatan waktu dan penyelesaian pos. Karena itu, aspek keselamatan dan ketertiban di jalan raya harus menjadi perhatian utama.
Menutup sambutannya, Bodewin mengajak seluruh peserta, tim official, dan mekanik menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan kejuaraan tersebut sebagai ruang kompetisi yang sehat.
Dari Sirkuit Transit Paso, Ambon tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga membuka peluang lahirnya atlet otomotif berprestasi dan event olahraga yang mampu menggerakkan pariwisata daerah.